“Jika kau ingin hidup sukses dan bahagia, lewatilah jalan salib agar hidupmu sungguh teruji.”
…
| Red-Joss.com | Tiba-tiba nasihat dahsyat itu melesat dari sudut hatiku, ketika saya tengah menata hidup sambil merenungkan sengsara Yesus.
Sebagai manusia biasa, Yesus nyaris putus asa saat di puncak salib penderitaan-Nya.
”Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk 22: 42).
Setiap kali saya menemui jalan buntu, semangat Yesus melecutku untuk bangkit meneruskan usaha dan perjuangan itu tanpa sambat. Saya harus kuat menuntaskan tugas atau pekerjaan itu.
Begitu pula dengan konflik yang saya hadapi saat ini.
Tiba-tiba saya dijauhi, ditinggalkan oleh teman-teman yang semisi-visi. Mereka sekadar memanfaatkan saya demi tujuan yang tidak jelas. Saya tidak mau menyalahkan atau mencari kambing hitam. Yang pasti adalah ternyata saya memilih orang yang salah.
Apakah saya kecewa, menyesal, dan putus asa? Tidak! Karena saya berpikir positif dan melihat hikmah dari setiap peristiwa. Bahkan, jika perlu saya memulai usaha dari nol lagi!
Setiap kali saya merenungkan kisah sengsara Yesus, saya temukan jalan ke luar untuk mengatasi apa pun persoalannya itu.
Seberat-beratnya beban hidup ini sesungguhnya datang dari pikiran sendiri. Lebih ringan itu beban salib, karena dari salib Yesus mengalir berkat yang luar biasa
Jadi, ketika muncul persoalan yang
tidak berkenan di hati, hal itu tidak perlu disanggah atau dikomentari. Lebih bijak kita doakan agar semua hati dicerahkan Allah.
Percaya dan imani, ketika kita berbesar hati untuk sujud pada Allah, maka IA akan memberikan yang terbaik untuk kita.
…
Mas Redjo

