“Dosa sudah ditebus dan kita diselamatkan-Nya. Adakah kita tega untuk mengkhianati-Nya?” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Saya diam. Mulut ini ternganga, tapi serasa terkunci, ketika kata-kata itu terucap dari seorang pelanggan.
Saya tidak berkomentar, dan tidak menanggapi.
Bagaimana tidak. AA dipercaya Bos yang orang asing itu untuk mencari kantor, dan sekaligus untuk gudang. Nilai kontrak tempat itu 12,5M untuk 5 tahun, dan sudah disepakati.
AA menolak komisi dari si empunya tempat. Ia juga tidak memberikan rekening banknya. Alasannya sederhana, nilai kepercayaan itu harganya mahal dan harus dijaga dengan baik.
Saya melongo. Padahal, jika komisi itu 2,5% dari 12,5M itu nilainya cukup fantastis, dan menggiurkan. AA itu bodoh atau jujur?
Saya juga tidak mau menghakimi dan berprasangka buruk pada AA.
“Sejak saya kecil telah diajar dan ditekankan hidup jujur oleh Bapak dan Mbah agar kita tidak menjual iman, karena materi. Kepercayaan itu harus dihidupi dengan penuh tanggung jawab agar tidak disalah-gunakan. Sehingga jadi kebiasaan buruk. Saya juga tidak peduli, jika dibilang bodoh, karena itu prinsip.”
“Berbeda halnya, jika pekerjaan saya sebagai calo. Komisi itu hak saya.”
Saya diam untuk berefleksi diri. Tidak banyak orang yang seperti AA itu. Jujur dalam komitmen dan tegas dalam bersikap.
Saya salut sesalutnya pada AA. Ia mengaku, dengan bersikap jujur dan benar, keluarganya dilimpahi damai sejahtera. Bahkan perjalanan hidup berumah tangga itu serasa dimudahkan dan rezeki keluarga dilancarkan.
“Jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?” (Lukas 16: 11).
…
Mas Redjo

