Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tuhan tidak pernah menutupi jalan bagi siapa saja.”
(Amanat Kehidupan)
…
| Red-Joss.com | Sudah sangat sering kita mendengar kisah-kisah inspiratif bagaimana “tantangan melintasi sebuah jalan menuju kesuksesan itu.”
Dari sana terdengar ada banyak argumen yang justru terkesan sangat menantang.
Ya, sungguh benar, karena ternyata secara filosofis, memang tidak gampang untuk menempuh jalan menuju ke kota abadi, Roma.
Berikut ini, dialog inspiratif antara Guru dan Murid.
“Guru, di mana jalan yang harus aku lewati untuk menuju tangga sukses?” tanya Murid yang sungguh ingin meraih sukses di jalan hidupnya itu.
Sesaat Guru itu termenung. Lalu, dengan suara lantang menjawab, “Itu, ada di depan, silakan dilintasi!”
Lalu Murid itu segera ke luar kelas dan melewati jalan yang ditunjuk Guru.
Setelah Murid melewati jalan itu, ternyata di depannya terhadang sebuah tembok besar. Dia menjumpai sebuah jalan buntu.
Ia bergegas kembali ke kelas dan berkata, “Guru, jalan yang mana, karena ternyata di sana hanya ada jalan buntu!”
“Ya, jalan yang itu, Nak. Ayo, silakan, berjalanlah lagiโฆ!”
Kini, untuk kedua kalinya Murid itu melintasi jalan yang sama. Kali ini ia menemukan rintangan yang sama, dihadang sebuah tembok. Murid itu berpikir, โjangan-jangan Guru mempermainkan aku.โ
Dengan wajah sangat kecewa, Murid itu berkata, “Guru, sudah dua kali aku tidak menemukan jalan itu. Karena itu sebuah jalan buntu.”
Sambil menatap wajah muridnya yang cemberut, bertuturlah Guru itu, “Itulah muridku, jalan menuju sukses. Hanya beberapa langkah di balik tembok besar itu.”
Dialog inspiratif antara Guru dan Murid ini, mungkin saja, justru kian menantang kita untuk memahami makna sejati dari kisah ini.
Ya, jalan menuju sukses itu, sejatinya berada di mana? Di sebelah Utara atau di Selatan? Di Timur atau di sebelah Barat?
Ternyata jalan menuju sukses itu, hanya ada di dalam kesadaran seorang manusia yang bervisi besar dan berkemauan baja membara.
Tembok raksasa itu hanyalah rintangan sementara.
Anda perlu memiliki kemauan membaja, ketekunan, dan tekad tulus untuk mampu menerobosnya.
Rintangan dan tembok raksasa itu, hanya ada di dalam pikiran kita saja.
“Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan!”
…
Kediri, 11ย Februariย 2024

