“Janganlah gelisah hatimu…!” (Yoh 14: 1)
…
| Red-Joss.com | Akui dengan jujur, bahwa kita sering mengalami situasi seperti yang diungkapkan Yesus ini.
Ketika kita sering berada di posisi gelisah seperti itu, ada beberapa alasan di bawah ini:
- Banyak yang kita pikirkan, tapi banyak yang tidak terlaksana, lalu kita menjadi gelisah.
-
Banyak yang kita rencanakan, tapi gagal semuanya, lalu kita menjadi gelisah.
-
Banyak masalah yang datang satu demi satu, lalu lama kelamaan membuat kita gelisah.
-
Kita membuat janji ini dan itu, tapi tidak ada yang ditepati, lalu kita menjadi gelisah, selain tentu kita jadi malu.
-
Kita sedang mengalami ini dan itu, dan benar-benar, saat ini kita sangat gelisah.
Ketika kita mengalami hal-hal di atas, apa yang mesti kita lakukan? Dengan tegas Yesus mengatakan, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yoh 14: 1).
Kita yang percaya, langsung mengatakan, “Amin dan Alleluia.” Sedangkan yang tidak percaya, tetap percaya pada diri sendiri.
Lihat saja, mana yang persoalannya mudah diatasi dan diselesaikan: “Yang percaya atau yang tidak percaya?”
Jika Yesus mengatakan seperti itu, Dia pasti sudah menjamin. Dia mengatakan, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal” (Yoh 14: 2). Wow, ‘tempat tinggal’ lho. Ini adalah tempat yang paling indah dan nyaman untuk memberikan ruang bagi kita untuk bisa mengatasi kegelisahan kita. Oleh Yesus, kita disiapkan ruang itu.
Terima kasih kepada Yesus: “Oh, Tuhanku luar biasa. Oh, Yesusku luar biasa!”
Terus mau apalagi agar kita yang sedang gelisah berubah jadi tidak gelisah. Mungkin ada yang bilang seperti Thomas, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (Yoh 14: 5). Daripada pribadi yang seperti Thomas bermunculan, lebih tegas dijawab oleh Yesus: demikian, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).
Jelas! Kebangetan sekali, jika belum jelas. Kecuali bagi yang sudah menutup hatinya, sampai kapan pun hidupnya sulit untuk menuju tempat yang disediakan oleh Yesus. Karena dia tidak percaya kepada Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Jadi, jangan biarkan hati ini gelisah, tapi berserahlah pada Yesus agar hati pun tentram, damai, dan bahagia.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

