“Segala sesuatu yang dijadikan Allah dalam diri kita itu baik adanya agar anugerah-Nya dikelola dengan bijaksana.” -Mas Redjo
…
Kita makin dekat dan akrab dengan Allah, kian mudah kita mewujudkan impian itu. Ketika kita percaya dan mengimani-Nya sepenuh hati, maka tidak ada hal yang mustahil. Mantranya adalah, arahkan pikiran ini selaras dengan suara hati ke dalam tindakan nyata agar Allah merestui.
Saya sungguh percaya dan ainul yakin, betapa dahsyatnya kekuatan pikiran ini, jika diarahkan secara baik dan benar demi kemaslahatan sesama.
Pikiran ini ibarat komputer dan hati ini sebagai penggendalinya.
Coba dicermati, betapa dahsyatnya kemajuan teknologi. Yang semula di angan-angan, kini impian itu jadi nyata. Serasa tidak ada hal yang mustahil, termasuk berwisata ke luar angkasa.
Faktanya, ketika ide-ide pikiran itu tidak direalisasikan dengan aksi nyata, semua itu hanya diangan-angan dan kesia-siaan semata. Lebih konyol lagi adalah, jika kita berpikir negatif dan berprasangka buruk tentang orang lain, atau hidup kita dihantui oleh ketakutan dan masa lalu nan kelam, sehingga pikiran itu membebani jiwa. Kita jadi ngap dan stres.
Berbeda hasilnya, jika ide pikiran yang baik dan positif itu senantiasa diasah agar kita makin kreatif dan produktif. Kita mengelola bakat dan talenta yang dianugerahi Allah untuk kemaslahatan sesama dan agar hidup ini makin bermakna.
Saatnya hidup kita diorientasikan untuk terus berbuat baik dan benar yang didasari kasih Allah. Karena sejatinya hidup ini tidak untuk demi mengejar hasil dan pengakuan dunia, tapi pemaknaan jiwa.
Sesungguhnya hidup ini adalah jalan kebijaksanaan agar kita makin rendah hati dan hidup berkenan bagi Allah.
…
Mas Redjo

