Kadang-kadang waktu kita habis untuk berdebat, meributkan hal-hal yang tidak penting dan sepele. Sedangkan hal yang penting itu justru terlewatkan.
Misalnya, kita berdebat tentang hal yang menajiskan itu bukan berasal dari yang dimakan, melainkan yang ke luar dari mulut kita (Mark 7: 14-23).
Tidak asal bicara, tapi dipikir lebih dulu. Berefleksi itu untuk dipahami, dan dimaknai.
Ubah pola pikir agar kita rendah hati dan bijaksana.
Untuk diingat, bahwa kejahatan itu sumbernya dari hati kita, yaitu pikiran jahat, percabulan, perzinahan, iri hati, keserakahan, dan hal-hal buruk lainnya. Sekali lagi, yang menajiskan itu tidak berasal dari yang dimakan, tapi dari hati.
Mari kita jaga hati dan mulut ini supaya tetap baik dan terkendali. Keteladanan itu dari hati!
Rm. Petrus Santoso SCJ

