| Red-Joss.com | Ambil waktu sejenak, kita renungkan apa yang ada dan terjadi di sekitar kita. Keluarga, komunitas dan tempat di mana kita bekerja saat ini.
Kita juga melihat dalam konteks yang lebih luas dan besar: negara kita dan dunia kita. Pertanyaannya, “Apakah yang ada di sekitar kita itu sudah menjadi tempat yang nyaman? Atau justru menjadi tempat yang selama ini sering menggangu kebahagiaan kita?”
Menjadi tempat yang nyaman, karena kita merasakan kesatuan, diterima dengan baik, dan dihargai di tempat itu.
Sebaliknya, menjadi tempat yang menggangu kebahagiaan kita, karena kita merasa, bahwa setiap hati tidak nyaman, terganggu, banyak yang kita lihat ada konflik ini-itu, dan kita merasa diasingkan atau merasa tersingkirkan. Kita merasa tidak dihormati sama sekali.
Lalu, apa yang muncul dalam pikiran kita? Orang yang membuat kita itu nyaman adalah mereka yang baik. Sedang yang membuat kita tidak nyaman adalah mereka yang jahat? Semua orang bebas memberikan penilaian dan menyampaikan pendapatnya. Semua itu sah-sah saja, tapi yang perlu diklarifikasi itu konteksnya. Sebab, jika tidak diklarifikasi, nanti kita terjebak dalam menyampaikan berita-berita yang menyebarkan kebencian, fitnah, dan hoaks. Hati-hati, dan tidak asal menuduh.
Hari ini Yesus menyembuhkan orang dari kebisuan dan kerasukan setan dikatakan berkolaborasi dengan Beelzebul. Itu asal menuduh. Tuduhan yang sangat berbahaya. Tidak ada dalam tindakan Yesus yang bekerjasama dengan si jahat. Karena Yesus bertindak dalam kuasa Allah yang dimiliki-Nya.
Yesus menegaskan, juga membuka mata dan telinga pendengar, meluruskan pikiran dan membersihkan hati setiap orang, di mana saat itu Dia menunjukkan kuasa-Nya. Saat itu Kerajaan Allah dihadirkan, dan Kerajaan Allah itu menyatukan.
Jadi sangat jelas. Tujuannya agar kita berhati-hati, dan jangan asal menuduh. Jangan sampai, karena salah ucap dalam berkata-kata, kita membuat pribadi-pribadi di sekitar kita menjadi tidak nyaman.
Tugas kita semua adalah, menempatkan setiap pribadi di sekitar kita benar-benar menjadi nyaman, diterima dengan baik, dan dihargai jatidirinya.
Sekali lagi, hati-hati. Jangan asal berkata-kata yang tidak pada tempatnya, karena ujung-ujungnya bisa memecah-belah. Hal itu yang harus dihindari!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

