Sepertinya profesi sebagai guru atau dosen bukan lagi pilihanku, tapi kehendak Tuhan untuk saya jalani. Doaku: “Saya tidak pantas, tetapi bersabdalah saja, maka saya lakukan.”
Setelah pensiun, 2008, dari company, Xl Axiata, dulu namanya Exelcomindo, selama 3 tahun saya mengembara sebagai motivator di seluruh Nusantara, bekerja sama dengan Bimas Katolik, Keuskupan, sekolah, biara, pendeta. Pernah jadi trainer di Lemhannas RI, di BIN, di Kenmenkumham.
Sejak 2011 – sampai hari ini, saya mengabdi sebagai dosen. Sudah ribuan mahasiswa yang saya bimbing, melalui Mata Kuliah Critical and Creative Thingking dan Design Thinking. Sejak 2 tahun yang lalu ada kelas International, dan saya ditugaskan membimbing mereka. Semoga Allah masih memakai saya sebagai alat-Nya, membantu kaum muda meraih masa depannya.
Sebulan penuh di bulan Desember 2024, Tuhan membersihkan jiwa saya melalui pengalaman fisik yang biasa namun jarang kualami sebelumnya. Berawal dengan alergi, tidak tahu sebabnya. Berselang beberapa hari mampirlah yang namanya batuk pilek melekat. Dampaknya menyedot energi ini dengan luar biasa.
Akhirnya saya paham, Tuhan memberi waktu saya untuk bersih dari virus, agar lebih layak menjalani peran sebagai guru (‘guhr’ dalam bahasa sanskerta artinya mengusir kegelapan dengan menjadi terang).
Selamat tinggal 2024 yang penuh berkat dan tahun 2025 yang makin bermakna.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

