Menyediakan diri untuk jadi media pertumbuhan bagi sabda Tuhan. Hal pertama dan penting adalah kita tahu sabda Tuhan adalah kata-kata yang mempunyai kuasa.
Jika dibaca dan direnungkan dengan penuh iman, sabda itu akan bekerja dengan sangat luar biasa dalam hidup kita. Sebaliknya, jika dibaca tanpa iman itu sekadar pengetahuan.
Lebih dahsyat adalah, jika sabda Tuhan jadi bahan pokok doa setiap hari agar kita merasakan ‘sensasinya’: cara Tuhan mendidik kita. Yang penting kita tidak pernah absen dan belajar dengan serius serta sepenuh hati.
Tuhan akan menunjukkan setiap hari, kebijaksanaan-Nya: Hidup yang harus dijalani hari ini. Selanjutnya, Tuhan senantiasa bersabda, mengapa? Karena hingga akhir zaman, Dia jadi Penabur Sabda dan kita adalah ‘tanahnya’.
Tanah macam apa yang kita miliki? Kita yang tahu kualitasnya. Kita bisa tidak untuk memberi pertumbuhan yang baik bagi ‘benih Sabda’ yang ditaburkan oleh Sang Penabur ini?
“The Word of God is a light for our path. We must assimilate it in faith and prayer and put it into practice. This is how moral conscience is formed” (CCC 1802).
Rm Petrus Santoso SCJ

