Hari ini, dalam kalender liturgi Gereja, kita merayakan Pesta Maria mengunjungi Elisabet. Dari Injil kita mengetahui, dalam peristiwa kunjungan itu terjadi perjumpaan yang luar biasa: Elisabet bersukacita, juga bayi kecil yang kemudian kita mengenalnya sebagai Yohanes Pembaptis ikut melonjak kegirangan dalam rahim ibunya. Tentu saja hal itu bukan karena Maria sendiri, tapi terutama karena bayi di dalam rahimnya yang dikandung dari Roh Kudus.
Bayi itu adalah Yesus Krsitus, Tuhan dan Juru Selamat kita. Apa pesan-Nya bagi kita?
- Pertama: Tuhan adalah sumber sukacita kita.
- Kedua: sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk membawa sukacita bagi sesama. Hal ini hanya mungkin terjadi, kalau kita sungguh mempunyai relasi yang dekat dengan Tuhan, seperti jarak hati Maria dan rahimnya, di mana Yesus ada di dalamnya.
Mari kita membangun relasi yang dekat dengan Tuhan agar kita mampu menjadi sumber sukacita bagi sesama. Itulah tanda kesaksian Kristiani kita, yaitu jadi sumber sukacita bagi sesama, karena Kristus yang kita bawa dalam hati kita ke mana saja diutus.
“Bunda Maria, engkau rela berjalan jauh untuk membawa sukacita bagi Elisabet, saudaramu, juga bayi di dalam rahimnya. Doakanlah kami agar mampu meneladani engkau, yakni mau jadi pembawa kegembiraan bagi sesama. Amin.”
Ziarah Batin

