“Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita” (2 Tim1: 8).
Yesus adalah Sabda yang jadi manusia; penuntun hidup kita di tengah kegelapan dunia. Kegelapan itu menghasilkan kejahatan, perseteruan, iri hati, dengki, putus asa, dan segala sesuatu yang menimbulkan kekacauan atau ketidakdamaian. Ketika kita hidup dalam ‘gelap’, berarti kita tidak hidup dalam bimbingan Sabda Tuhan. Kita bagaikan orang yang berjalan dalam kegelapan dan membutuhkan cahaya.
Sedangkan, setiap orang yang percaya dan hidup berdasarkan Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, ia hidup dalam ‘terang’ Tuhan. Ketika kita menyadari Allah penuh dengan kasih, maka kita akan mengasihi Allah dan sesama. Ketika Allah mengampuni, maka kita pun mengampuni sesama. Ketika Allah peduli, maka kita peduli terhadap sesama. Hidup kita jadi tanda kemuliaan bagi Allah di tengah dunia ini (bdk. Kol 3: 17).
Setiap kita bertanggung jawab untuk jadi saksi kehadiran Kristus, Sang Terang dunia.
Maukah kita jadi saksi-Nya?
…
Sr. M. Sesilia L., P. Karm
Senin, 26 Januari 2026
2 Tim 1: 1-8 atau Tit 1: 1-5 Mzm 96: 1-3.7-8.10 Luk 10: 1-9
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

