“Never stop being a good person because of bad people.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Memang tidak mudah untuk menjadi orang baik. Walau pun susah tetaplah berbuat baik. Sejak kecil orangtua kita menanamkan nilai kebaikan. Karena apa yang kita tabur itulah yang nanti kita tuai. Hal yang tidak mudah, tapi kita berusaha untuk selalu berbuat baik kepada teman, rekan, sesama, keluarga, dan orang terdekat.
Nyatanya kita bisa melihat realita, sebuah kenyataan, bahwa kebaikan tak selalu dibalas dengan kebaikan. Seringkali kebaikan dibalas dengan kejahatan. Orang yang kita bantu ternyata malah menipu. Sahabat yang sudah kita anggap sebagai saudara justru selingkuh dengan yang kita cinta. Saudara yang kita bantu karena membutuhkan uang, malah menghilang meninggalkan tumpukan hutang. Orang yang kita tolong malah nyolong. Teman yang kita bantu malah menebar fitnah. Masih banyak realita lain.
Kebaikan itu seolah memudar, nyatanya kebaikan justru dibalas dengan kejahatan. Kita perlu merubah ekspektasi, kita tidak bisa bebuat baik pada seseorang dan berharap orang itu akan membalasnya dengan kebaikan. Selama kita berharap pada manusia, akan selalu ada kecewa.
Sadarlah, ketika kita menabur benih padi atau benih lain, yang tumbuh bukan hanya padi, tapi juga ilalang dan rumput lain. Apakah itu salah kita? Belum tentu, itulah hidup.
Ketika berbuat baik itu tidak menjamin kita akan selalu bertemu dengan orang baik. Karena selalu ada orang yang akan menjahati, mendholimi, menipu, dan mengecewakan. Ada cobaan, ada kesedihan. Itulah hidup, ujian yang membuat kita tangguh, dewasa, dan lebih berkualitas.
Tetaplah menjadi pribadi yang baik. Karena yang kita tabur itu yang kita tuai.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

