“Tuhan menunggu jawaban kita. Surga turun ke bumi saat kita berkata: ya.”
Allah yang Maharahim, kami datang kepada-Mu dengan hati terbuka, berdiri bersama Maria dalam momen yang penuh misteri itu. Sabda-Mu datang kepadanya dengan indah, tapi juga membawa ketidakpastian dan pengorbanan.
Kami melihat kebingungannya, pertanyaannya, bahkan ketakutannya. Tapi kami juga melihat imannya. Ia berkata ‘ya’ bukan karena ia mengerti semuanya, melainkan karena ia percaya sepenuhnya kepada-Mu.
Bapa, kami mengakui, bahwa kami sering ragu. Kami ingin kepastian, kenyamanan, dan kendali sebelum berkata ‘ya. Melalui Yesus, Engkau menunjukkan jalan yang berbeda.
Putra-Mu datang ke dunia melalui ketaatan, penyerahan diri, dan kasih yang berkata, “Jadilah kehendak-Mu.”
Seperti Pemazmur berkata, “Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Dalam Yesus, persembahan itu jadi sempurna. Tubuh-Nya yang diberikan bagi kami jadi keselamatan kami.
Kami mohon, curahkan Roh Kudus-Mu atas kami. Naungilah ketakutan kami. Bentuklah Yesus dalam hati kami seperti dalam diri Maria. Dalam pilihan kecil setiap hari, ajar kami untuk berkata ‘ya’. Saat sulit, tersembunyi, dan harus berkorban itu ajarlah kami percaya, bahwa kehendak-Mu selalu adalah kasih.
Kami menerima Maria sebagai Bunda, yang menuntun kami untuk percaya, menyerah, dan membawa Yesus kepada dunia.
Bapa, jadilah padaku menurut kehendak-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

