“Kabar atau cerita yang Anda kisahkan hanya bisa jadi kabar sukacita, bila Anda sendiri mengalami sukacita dan mampu menjadikan dirimu sumber sukacita.”
Pada Hari Raya Kabar Sukacita ini pandangan dan seluruh pikiran serta rasa, kita arahkan kepada perempuan yang membawa Sumber Sukacita kepada kita umat manusia, walaupun ia sendiri harus menanggung beban penderitaan sebagai risiko dari keputusan hatinya, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu,” kata Maria kepada Malaikat Gabriel. Intinya, Maria membawa sukacita ke mana pun ia pergi dan di mana pun ia berada, karena Yesus yang dikandungnya adalah Sumber Sukacita.
Sambil merayakan Hari Raya Kabar Sukacita ini, kita diingatkan bahwa;
- 1) Kabar Sukacita bukanlah sebuah cerita atau sepenggal tulisan, melainkan seorang pribadi. Dia adalah Yesus, yang adalah pokok dan sumber sukacita;
- 2) Jadilah pembawa Kabar Sukacita Tuhan kepada setiap orang yang Anda jumpai baik lewat kata maupun perbuatanmu;
- 3) Janganlah menyebarkan kabar bohong atau hoaks kepada orang lain sehingga mereka sedih, hancur, dan menderita.
Akhirnya sadarlah, bahwa kata, perbuatan, dan dirimu hanya bisa jadi Kabar Sukacita, bila Anda memiliki Yesus di dalam dirimu.
Monsignor RD Inno Ngutra, Pr

