“Pikiran jadi gelap itu datang dari si Jahat. Pikiran ini dicerahkan, karena kemurahan hati Tuhan.” -Mas Redjo
Ketika pikiran ini makin menggelap, secepatnya kita sujud di hadapan Tuhan, memohon agar kegelapan itu sirna dan diubah-Nya jadi terang.
Selalu, selalu mengandalkan Tuhan! Semangat totalitas itu yang harus dimiliki umat beriman. Untuk selalu bersyukur, berserah, dan percaya pada belas kasih-Nya.
Segelap apa pun situasi dan kondisi di sekitar kita, bersikap prihatin saja itu tidak membantu. Kita dituntut peduli, tanggap, dan bertanggung jawab untuk tidak membiarkan kegelapan itu menguasai pikiran, hati, dan jiwa ini. Karena kita diutus untuk jadi garam dan terang dunia (Matius 5: 13-16).
Karena garam itu mengasini agar hidup kita membawa perubahan di lingkungan sekitar. Jika hidup ini diibaratkan masakan yang hendak disajikan, kita adalah penyedapnya. Masakan itu dijamin lezat dan nikmat!
Karena terang dunia itu mengusir kegelapan. Seredup apa pun nyala hidup ini, kita adalah penerang. Kita dituntut tidak abai melihat realitas miris di sekitar. Tapi diajak peduli dan cepat tanggap bergerak untuk menerangi dan memaknainya.
Sebagai penerang, kita tidak boleh berdiam diri, tak acuh, dan bersikap masa bodoh melihat hal-hal buruk, negatif, dan jelek. Tapi kita diminta cepat tanggap untuk meneranginya dan membawa perubahan itu ke arah yang baik dan benar.
Kita tidak harus melakukan hal-hal spekrakuler. Tapi lewat hal-hal kecil dari yang dipunyai: tenaga, pikiran, saran, nasihat, meneguhkan, dan mendoakannya. Kita melakukan semua itu dengan cinta yang besar,
karena kita mengasihi mereka.
Ketika kita melihat orang dicekoki dengan postingan negatif, hoaks, kebencian, atau permusuhan. Kita harus berkomitmen untuk posting hal-hal baik, positif, jujur, dan benar untuk mencerahkan jiwa.
Tanpa merasa diri ini paling benar, kita tidak menghakimi yang lain. Tapi yang kita bagikan dan teruskan itu adalah hal baik, positif, dan benar. Karena semangat mengasihi itu murah hati.
Kita adalah garam dan terang dunia yang ikhlas berkorban untuk perubahan dan perbaikan semesta!
Mas Redjo

