“Ketika kasih Allah menyentuh hati, lahirlah keberanian, pertobatan bertumbuh, dan hidup jadi pelayanan bagi Kerajaan Surga.”
Sabda Allah membuka dua wajah kesetiaan: kesetiaan yang teguh, seperti yang ditunjukkan oleh Eleazar dan kesetiaan yang dilahirkan kembali, seperti Zakheus yang Allah panggil dari pohon ara.
Dari Eleazar kami belajar, bahwa mengabdi kepada-Nya bukan hanya soal kata-kata, melainkan pilihan hidup yang benar, bahkan ketika dunia menawarkan jalan pintas yang tampak mudah. Eleazar tidak menipu, kompromi, dan tidak pura-pura. Ia memilih setia di hadapan-Nya, karena ia tahu: hidup yang setia akan menyemangati orang lain untuk juga setia.
Ya, Allah, ajar kami memiliki keberanian moral seperti Eleazar: teguh, jujur, dan penuh hormat kepada-Mu.
Dari Pemazmur kami belajar, bahwa Allah mendengar seruan yang tulus. “Ketika aku berseru,” kata Pemazmur, “Allah meluaskan hatiku.”
Ya Tuhan, hanya Engkaulah yang bisa memberi kelegaan sejati, yang menyalakan sukacita lebih besar daripada hasil panen paling melimpah.
Ajar kami mencari Engkau lebih daripada mencari rasa aman duniawi.
Dari Injil, kami melihat bagaimana Engkau memulihkan hidup Zakheus bukan dengan celaan, melainkan dengan tatapan kasih.
Engkau memanggil dia dengan namanya, masuk ke rumahnya, dan Engkau mengubah hati yang dahulu tamak jadi hati yang murah hati; mengubah hidup yang tertutup menuju hidup yang jadi berkat.
Tuhan, dari kisah Zakheus kami melihat, bahwa tidak ada hati yang terlalu jauh untuk dijangkau rahmat-Mu. Kami juga melihat, bahwa keselamatan berbuah nyata, ketika seseorang berani menanggapi kasih-Mu.
Bapa, bentuklah di dalam diri kami hati yang baru, yang berani turun dari segala ‘pohon’ yang menjauhkan kami dari Putra-Mu:
pohon kesombongan, dosa lama, kesedihan, kepahitan, kekecewaan, kemarahan, dan pohon ketakutan agar kami dapat menyambut Yesus dengan sukacita dan kebebasan sebagai anak-anak-Mu.
Biarlah rahmat-Mu, seperti pada Zakheus, menggerakkan kami untuk memperbaiki hidup, memulihkan yang rusak, dan melayani sesama dengan sukarela. Jadikan kami murid yang tidak hanya bersyukur telah Engkau selamatkan, tapi juga bersedia memberikan hidup demi Kerajaan Surga.
Bapa yang baik, nyalakan keberanian Eleazar dan sukacita Zakheus dalam kami, serta keyakinan Pemazmur dalam kami, agar hidup kami jadi kesaksian, bahwa Engkau sungguh berkuasa menyelamatkan. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

