| Red-Joss.com | Ketika saya ‘share’ salah satu foto cucu ke grup saudara, ada yang komen “bocah iki bakal dadi bocah sing wegig.”
Di google dijelaskan, bahwa orang yang ‘wegig’ itu cenderung memiliki hati welas asih dan pencinta sesama yang baik. Orang ‘wegig’ itu mudah dikenali, karena bisa dipercaya dengan rahasia apa pun dalam hidup. Orang ini akan menyuarakan isi hatinya melalui tindakan.
Bagaimana jika seorang yang ‘wegig’ itu lahir di zaman now, era strawbery generation?
‘Strawbery Generation’ adalah perumpamaan yang dihubungkan dengan generasi baru, generasi yang lahir sesudah generasi milenial, yang cepat sekali rusak dan goyah oleh perkembangan di sekitarnya.
Rhenald Kazali, seorang profesor manajemen yang kesohor mengatakan, kalau hal ini terjadi, karena didikan orangtua yang membesarkan anak-anak di kondisi yang lebih sejahtera.
Rhenald juga menyebutkan, kalau di zaman sekarang anak muda tidak hanya memerlukan asupan pengetahuan, melainkan juga pelatihan mental.
Watak yang baik harus dibangun sejak dini agar kelak sanggup hidup di era yang rapuh namun harus dilalui, dengan kemampuan bersikap baik dan benar.
Orangtua dulu sudah sering mengingatkan… “watuk ono tambane (obat), yen watak?” Setinggi apa pun titel seseorang atau seluas apa pun ilmunya, kalau wataknya buruk, akan tidak berguna bagi hidup bersama. Gawe kisruh.
Salam sehat dan bahagia.
…
Jlitheng

