“When you look good, you feel good.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap dari kita pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kita tidak perlu meratapi kekurangan diri. Kita juga tidak perlu minder atas kelemahan dan kesalahan. Karena orang lain juga mempunyai kekurangan. Terima dan berdamailah dengan kekurangan kelemahan itu. Karena itu langkah awal untuk jadi versi terbaik diri kita.
Atas kelebihan, skill, talenta yang kita punyai itu lebih baik disyukuri dan katakan terima kasih untuk semua itu. Jangan angkuh dan sombong. Bukan kita sendiri yang mempunyai kelebihan, orang lain juga mempunyai meski berbeda. Maksimalkan talenta itu, sehingga hal baik akan mendatangi kita.
Semua orang bisa jadi vesi terbaik dirinya sendiri. Tapi hanya sedikit yang menyadari dan mengusahakannya. Karena itu ingat tiga (3) hal ini.
Pertama: Apresiasi diri sendiri. Menghargai, mencintai diri sendiri dan mengakui diri secara positif. Kalau kita merasa cantik, ganteng itu bukan soal fisik, tapi bahwa kita spesial, unik, dan berharga. Bukan karena followers dan banyak yang like, tapi kita berharga dan yang membuat kita berharga adalah Tuhan.
Kedua: ‘look good, feel good and done good’. Terlihat keren, rapi, dan menawan itu tidak harus keluaran terkenal dan mahal. Tidak perlu pula barang mewah. Ingat bunga bakung saja indah, karena didandani Tuhan, apalagi kita. Merasa baik itu tidak harus mewah, kaya, dan banyak uang. Tersenyum mensyukuri anugerah dan berkat Tuhan itu membuat kita bahagia. Sehingga warna sukacita dan bahagia itu akan mewarnai hidup sepanjang hari. Ingat, ketika kita bisa menghargai diri, maka kita juga mudah menghargai orang lain.
Ketiga: Tuhan memilih yang mau, bukan yang mampu. Kalau saat ini kita menemukan diri banyak kekurangan. Behenti untuk meratapi diri, mengeluh, komplain, dan protes. Tapi berusaha dan berjuang untuk memperbaiki. Karena setiap usaha, perjuangan, tetesan air mata, dan keringat yang jatuh itu tidak pernah jatuh sia-sia. Yang penting kita mau melakukan, maka Tuhan bakal memampukan. Orang-orang hebat yang dikisahkan dalam Kitab Suci, bukan orang yang mampu dan mumpuni, tapi mereka mau. Bahkan orang yang sukses dan kaya saat ini pun sama. Mereka mau, bukan karena mereka mampu.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

