“Orang membawa pelita itu bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian” (Mrk 4: 21).
Yesus tidak pernah berkata, “Jadilah terang yang besar,” tapi Ia menghendaki agar kita tidak menyembunyikan terang yang telah kita terima dari-Nya. Bahkan terang yang kecil sekalipun dapat mengusir kegelapan, asal dibiarkan bersinar.
Tantangan umat beriman pada zaman sekarang itu bukan sakadar soal pengakuan iman, melainkan bagaiamana iman itu dihidupi. Banyak orang memilih untuk menyimpan imannya dalam hati, tanpa mewujudkannya dalam sikap atau tindakan nyata. Ada yang merasa enggan memperlihatkan identitas Katoliknya di sekolah, tempat kerja, maupun di media sosial, karena takut dinilai berbeda. Ada pula yang rajin beribadah di Gereja, tapi dalam kehidupan sehari-hari tidak mencerminkan kasih, kejujuran, dan pengampunan.
Sebagai umat Katolik, kita semua dipanggil untuk jadi terang bagi keluarga, lingkungan, dan dunia. Kita dapat jadi terang, ketika mendoakan orang lain dengan tulus, meluangkan waktu untuk pelayanan atau kegiatan komunitas iman, membantu mereka yang miskin dan tersisih, mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kita, serta berani bersaksi tentang Kristus melalui teladan hidup sehari-hari.
Sr. M. Laura, P. Karm
Kamis, 29 Januari 2026
2 Sam 7: 18-19.24-29 Mzm 132: 1-5.11-14; Mrk 4: 21-25
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

