“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk 6: 36).
Kata kemurahan hati berasal dari bahasa Yunani, ‘oiktrmn’, berasal dari akar kata ‘oiktirmos’ yang berarti penyayang, berbelas kasihan, atau empati yang mendalam terhadap penderitaan orang lain.
Perintah untuk jadi murah hati sama seperti Bapa di Surga merujuk pada karakter Allah yang penyayang dan penuh belas kasih. Oleh karena itu, kemurahan hati tidak terbatas pada kerelaan berbagi harta milik, tapi juga tercermin dalam sikap saling mengasihi, penuh pengertian, toleran, menerima perbedaan, dan saling mengampuni.
Injil mengingatkan kita semua untuk meneladani kasih Bapa yang mengasihi tanpa syarat, mengampuni tanpa batas, dan memberi dengan sukacita. Dengan demikian, hidup kita jadi kesaksian nyata tentang kasih dan kemurahan hati Allah. Ketika murah hati, kita sekaligus jadi saluran kasih Allah yang membawa damai dan menyejukkan hati di tengah dunia yang makin keras dan penuh luka ini.
Sr. Rosemary, P. Karm
Senin, 02 Maret 2026
Dan 9: 4b-10 Mzm 79: 8-9.11.13 Luk 6: 36-38
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

