Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Manusia yang mampu
menampilkan dirinya
secara otentik dan
berani menentang arus.”
(Pius Pandor, CP)
Ex Latina Claritas
Apa itu ‘Manusia Utama’
Prof. Dr. Frans Magnis Suseno, SJ Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta berpendapat, bahwa Manusia Utama adalah “Orang-orang yang kuat batinnya, mantab, tidak mudah goyah, tidak resah, berani, dan sosok pribadi yang dapat diandalkan.”
(Ex Latina Claritas).
Ada pun pandangan dan sikapnya ini didasarkan pada hasil refleksinya, setelah ia membaca buku karya filsuf Aristoteles, berjudul, “Etika Nicomacheia.”
Lewat bukunya itu sang filsuf mengawali dengan sebuah pertanyaan, bahwa “Apakah kebaikan manusia itu?” Pertanyaan ini akhirnya dijawabnya sendiri. “Kebaikan manusia merupakan aktivitas jiwa dalam kesesuaiannya dengan keutamaan” (Ex Latina Claritas).
Berkaitan dengan topik ‘Manusia utama,’ Yustinus Sumantri HP, SJ berpendapat, bahwa “dunia membutuhkan orang-orang yang tidak bisa dibeli, yang perkataannya bisa diandalkan, yang lebih menghargai karakter daripada kekayaan, yang mempunyai pendapat sendiri dan berkemauan keras, yang lebih besar daripada jabatannya, yang tidak gentar untuk mengambil risiko, yang tidak kehilangan individualitasnya dalam kumpulan massa, yang jujur terhadap soal-soal kecil pun besar, tidak mengandalkan kompromi dengan yang jahat.”
Akhirnya dapat disimpulkan, bahwa ‘manusia utama’ adalah sosok pribadi yang asli dan otentik serta berani melawan arus.
Dua Macam Sikap Batin
Aristoteles memaknakan, bahwa ‘keutamaan’ adalah sikap-sikap batin yang ada di dalam diri seorang manusia. Kelak beliau membedakannya ke dalam dua macam keutamaan.
- (1) Keutamaan Intekektual yang adalah sikap akal budi.
Yang termasuk di dalamnya: akal budi, kebijaksanaan teoritis, pengetahuan ilmiah, kebijaksanaan praktis, dan keterampilan. - (2) Keutanaan Etis yang adalah sikap kehendak.
Yang termasuk di dalamnya: keadilan, sikap ugahari, sikap keberanian, dan sikap kebijaksanaan.
Aspek Utama : Praksis Hidup
Pentingnya kehadiran dari kedua sikap batin ini, karena keduanya akan mengantarkan seorang manusia jadi pribadi yang baik dan benar.
Sebagai fokus utama adalah ‘aspek praksis di dalam kehidupan dan bukannya pada aspek teoritis.’
Maka, dapat disimpulkan, bahwa manusia utama adalah sosok manusia yang sanggup mengekspresikan jati dirinya lewat praktik hidup riil.
“Facta non Verba”
Wolotopo/Ende, 15 Juni 2025

