“Dikumpulkan dalam Kerajaan-Nya adalah anugerah; dipandu oleh hadirat-Nya adalah kemuliaan.”
Betapa bahagianya kami jadi bagian dari jaring Kerajaan Tuhan yang menampung semua, tanpa pandang rupa. Seperti awan kemuliaan-Nya yang menaungi dan memenuhi Kemah Suci, hadirat-Nya senantiasa menyertai dan membimbing perjalanan hidup kami, siang dan malam.
Meski Kerajaan-Nya mengumpulkan segala jenis, hanya Dia yang mampu memilah dengan sempurna, penuh keadilan dan belas kasih. Dia mengenal hati manusia seperti nelayan mahir menilai hasil tangkapannya. Apa yang tampak indah di luar, Dia uji dengan kebenaran, menyingkapkan apa yang sungguh elok dan apa yang telah membusuk di dalam.
Yesus, Sang Guru Ilahi mengajarkan, bahwa seorang murid sejati akan membawa ke luar harta yang lama dan yang baru – iman yang berakar pada tradisi, namun terbuka pada karya Roh Kudus yang hidup. Ajarlah kami untuk tidak terjebak pada pengetahuan lama dengan kesombongan, tapi juga tidak menutup diri dari terang yang baru yang ingin Tuhan nyatakan.
Tuhan, kami rindu diam di pelataran-Mu. Sehari bersama-Mu lebih indah dari seribu hari di tempat lain. Engkaulah kekuatan kami dalam ziarah hidup ini; bahkan di lembah yang kering, Engkau sanggup mengubahnya jadi mata air.
Hari ini, kami menyerahkan diri kami kepada belas kasih-Mu yang membentuk. Seperti tanah liat di tangan sang penjunan, bentuklah kami kembali, ya Tuhan. Ajarilah kami berjalan dalam kebenaran dan memeluk sesama dengan belas kasih. Jadikan kami pembawa keadilan yang lembut dan kasih yang tegas. Di sepanjang hari ini, biarlah kami tetap percaya:
“Berbahagialah orang yang kekuatannya dalam Tuhan, yang hatinya tertuju kepada jalan-jalan-Nya.”
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

