Halaman 11 Buku Putih
Kepada seorang istri yang lelah merawat suami, Tuhan bersabda : “Inilah anak-Ku terkasih, kepadanya Aku berkenan.”
Bak akar, meski mendekap gelap & tidak terlihat, istri itu tak mengeluh. Sebab tahu tugasnya menopang hidup suaminya, dan bukan pajangan. Sebagai seorang istri, ia memilih jalan sunyi melayani suami yang tidak berdaya lagi. Berikut dialog istri itu dengan Tuhan:
“Ya, Bapa, hari ini aku menghadap-Mu dengan pundak yang berat. Aku tidak ingin berpura-pura kuat di hadapan-Mu. Engkau tahu, bahwa saat ini hatiku sedang berperang antara rasa sayang dan lelah yang luar biasa.
Kadang, aku ingin lihat suamiku cepat sehat seperti dulu. Namun di saat letih tubuh ini membuatku merasa tidak sanggup lagi.
Ampuni aku, ya , Tuhan, jika rasa jenuh hadir. Ini bukan karena berhenti mencintainya, melainkan karena aku hanya manusia biasa yang mempunyai batas.
Bapa, Engkau yang menitipkan dia di sampingku selama puluhan tahun. Saat ini, ketika raganya tak berdaya, Engkau sedang mempercayakan tugas mulia kepadaku untuk jadi kaki, tangan, dan matanya.
Katakan pada hatiku, Bapa, bahwa setiap peluh yang menetes, saat aku membasuh tubuhnya, tiap kantuk yang aku tahan, saat ia merintih di malam hari, dan tiap kesabaran yang aku paksakan, dan saat ia tidak mampu berkata-kata, itu adalah tabungan kebaikanku yang sedang Engkau catat.
Berilah aku kekuatan, bukan hanya fisik, melainkan keluasan hati agar saat aku lelah, tetap bisa memandangnya dengan rasa iba, bukan beban. Agar saat aku jenuh, aku ingat, bahwa di dunia ini, aku satu-satunya tempat ia bersandar.
Aku tidak tahu sampai kapan perjalanan ini akan berlangsung. Tapi selama aku masih bernapas, mampukan aku untuk menyentuhnya dengan tangan yang lembut dan merawatnya dengan hati yang tulus.
Tenangkan batinku, bahwa mengeluh pada-Mu bukan dosa, melainkan caraku untuk memeluk kekuatan-Mu lagi. Karena tanpa bantuan-Mu, aku tidak akan sanggup.
Bapa, aku berserah, namun tidak menyerah.” Jawab Tuhan, “Inilah Anak yang Aku kasihi, kepadanya Aku berkenan.”
Salam sehat.
…
Jlitheng

