Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
| Red-Joss.com | Ada uang yang dihambur-hamburkan, tapi ada orang yang mencarinya dengan bekerja keras. Bahkan, ada juga orang yang tidak bisa menghasilkan uang, dan hanya mengulurkan tangan mohon kebaikan dan belas kasihan orang.
Aku sendiri harus hidup hemat, supaya tidak ikut-ikutan menghamburkan uang, dan bisa sedikit berbagi. Ketika aku lewat di jalan atau jembatan penyebrangan ada orang yang mengulurkan tangan dan sedang memainkan alat musik.
Lihat, setiap orang yang berjalan itu tentu membutuhkan uang.
Faktanya, ada orang yang memburu uang sampai uangnya segunung, dan semuanya itu disimpan di banyak bank. Tapi ya, masih belum tenang, karena masih kurang dan kurang. “Belum banyak”, katanya.
Di sisi lain, ada yang hanya punya uang di dompetnya, cukup untuk makan hari ini, besok cari lagi, lebih keras lagi mencarinya. Ironi, ada juga orang masih menanti untuk mendapatkan kebaikan dan belas kasihan yang akan lewat hari ini.
Lihat, setiap manusia yang bergerak, tetap membutuhkan uang.
Karena uang, banyak orang yang mengalami kecapekan dan letih. Karena uang, banyak orang yang dibuat pusing dan penasaran. Karena uang, orang didera banyak keinginan. Demi uang, ada cara yang baik untuk mendapatkan dan ada yang tidak baik. Bicara tentang uang tidak habis bahannya. Aku sendiri, kadang melihat persediaan uangku, “cukup tidak, cukup tidak”. Lihat, setiap manusia yang hidup, tetap butuh uang.
Menghabiskan uang, ada orang yang tinggal menggesek dan pencet angka-angka. Ada yang mengambilnya lembar per lembar. Ada pula yang mengambil diikuti dengan bunyi, karena uang yang dipunyai adalah recehan. Uangku ada yang recehannya dan beberapa uang dalam lembaran. Setiap kali mengeluarkan terasa, “kok cepat habisnya”.
Lihat, setiap manusia yang adalah kita ini, terus membutuhkan uang.
Uang itu dicetak dan digunakan oleh manusia. Ada yang menggunakan dengan wajar dan ada yang berlebihan. Semoga orang yang berlebihan tetap bisa peduli dan ada waktu untuk berbagi.
Aku sendiri selalu bersyukur, sebab ada orang yang baik ada di sekitarku yang dikirim oleh Tuhan.
Lihat, Tuhan kita kaya, meskipun Dia “tidak punya uang”.
Ironi! Tidak ada uang, tentu tidak bisa makan dan minum. Tidak bisa berdoa saja, kita harus ‘berusaha’.
Rm. Petrus Santoso SCJ

