“Tuhan memberi bukan dengan ukuran, melainkan dari kelimpahan kerahiman-Nya.”
Yesus menceritakan perumpamaan tentang pemilik kebun anggur yang memberikan upah sama kepada pekerja yang dipanggil, sejak pagi maupun yang datang pada jam terakhir. Kasih Allah Bapa tidak dihitung dengan timbangan keadilan manusia, tapi mengalir bebas dari hati-Nya yang murah hati.
Kami sering kali bersikap seperti para pekerja awal, bersungut-sungut, ketika orang lain menerima yang kami rindukan. Namun Yesus menegur kami: “Iri hatikah engkau, karena Aku murah hati?”
Sesungguhnya, Ia tidak memberi sebagian, melainkan seluruhnya, diri-Nya sendiri. Dalam Kerajaan-Nya tidak ada lebih atau kurang, sebab dalam Kristus kami sudah memiliki segalanya: kehadiran-Nya, damai-Nya, dan hidup kekal.
Dari Kitab Hakim-hakim kami mendengar tentang pohon-pohon yang mencari raja, namun pohon-pohon yang berbuah menolak, sampai akhirnya semak duri menawarkan bayangan kosongnya. Begitu rapuh kuasa manusia, bila tanpa Engkau. Namun Engkau Raja sejati yang memerintah bukan dengan paksaan, melainkan dengan kerahiman. Engkau mengenakan mahkota kasih, memuliakan umat-Mu, dan memberi sukacita abadi, seperti yang dinyanyikan Mazmur: “Engkau memberi sukacita, karena kehadiran-Mu.”
Bapa, bebaskan hati kami dari iri hati, dari perbandingan, dari hitung-hitungan upah. Ajarlah kami bergembira atas setiap anugerah yang Engkau curahkan kepada orang lain, karena kemurahan-Mu tak pernah habis. Biarlah mulut kami senantiasa memuji-Mu, hati kami mengagungkan-Mu, dan hidup kami bersyukur boleh bekerja di kebun anggur-Mu – – entah sejak awal atau pada jam terakhir.
Dalam Yesus kami temukan upah terbesar: hidup dalam kasih-Mu, kini dan selamanya. Amin.
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

