“Stop! Compare yourself with others.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Pagi ini saya memberi satu coklat kepada salah satu anak TK. Dia senang sekali. Tapi rasa senang itu berubah saat saya memberi dua coklat ke temannya. Raut mukanya sedih, diam, dan mau nangis. Sebelum anak itu menangis, saya lalu memberi satu coklat lagi.
Itulah hidup kita. Kadang kita senang bila Tuhan memberi berkat untuk kita. Tapi kadang kita kecewa, kalau Tuhan memberi berkat lebih pada orang lain. Kita protes, kita bilang Tuhan tidak adil. Bahkan ada orang yang kerjaannya santai, tapi banyak uang. Giliran kita kerja tekun dan rajin berdoa, tapi uang kita habis untuk membayar cicilan.
Dua pelajaran yang bisa kita renungkan. Pertama hidup itu memang tidak adil. Rezeki itu tidak pernah tertukar. Tuhan memberi rezeki dengan adil. Tapi memang, soal gaji itu mungkin akan beda satu dengan yang lain. Lebih baik disyukuri, diterima dengan ikhlas, dan jangan pelit untuk berbagi.
Kedua jangan iri hati. Jangan rusak rasa syukur, senang, rasa bahagia kita atas berkat Tuhan yang kita terima dengan membanding-bandingkan. Besar-kecil, banyak-sedikit yang kita punyai itu lebih baik disyukuri. “Don’t compare yourself with others.” Kecuali, kita membandingkan hal itu sebagai motivasi dan penyemangat untuk makin tekun dalam berusaha, berjuang, dan demi masa depan yang lebih baik.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

