Dalam dunia ekonomi kita mengenal istilah investasi, yaitu tindakan untuk mengalokasikan sumber daya, seperti uang, waktu, atau usaha ke dalam suatu aset atau proyek yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Jadi investasi itu harus menguntungkan.
Yesus juga berbicara tentang investasi, ketika la berkata, “Siapa yang kehilangan nyawanya, karena Aku, ia akan memperolehnya.”
Tidak mudah untuk memahami perkataan Yesus. Tapi intinya, hendak dikatakan, siapa yang berani mengorbankan sesuatu untuk Tuhan, ia akan memperolehnya kembali, bahkan lebih banyak. Lantas, apa yang akan diinvestasikan atau dikorbankan?
Apakah uang, harta, materi duniawi? Apakah pikiran, tenaga, dan waktu kita?
Ingat, bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugerah Tuhan. Bahkan, hidup atau nyawa kita adalah milik-Nya. Hal ini bukan masalah seberapa besar yang kita berikan kepada Tuhan, melainkan seberapa besar kesungguhan dan totalitas hati kita untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Murid sejati dengan senang hati memberikan anugerah Allah demi kebaikan sesama, untuk kehidupan yang penuh sukacita dan kebahagiaan bersama-Nya.
Allah memberi tanpa batas. Sukacita yang ditawarkan-Nya tidak pernah berkurang oleh kesedihan atau kehilangan. Ketika kehendak kita berseberangan dengan kehendak-Nya, maka kehendak-Nya yang harus dilakukan. Apakah kita siap untuk kehilangan segalanya bagi Yesus Kristus untuk mendapatkan segalanya bersama Dia?
“Terima kasih, ya Tuhan akan kebebasan, ingatan, pengertian, dan kehendak kami, serta semua yang kami miliki. Berikan kepada kami kasih dan anugerah-Mu, karena itu sudah cukup bagi kami. Amin.*
Ziarah Batin

