Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Tindakan unik Sang Budha
Suatu hari, tatkala sang Budha mengunjungi sebuah negeri. Dimintanya agar para pengikutnya ikhlas menyedekahkan hartanya kepada fakir miskin.
Umat Budha pun merespon dan beramai-ramai bersedekah.
Para pedagang menyedekahkan banyak harta, dan sang Budha menerimanya dengan satu tangannya.
Para pejabat pemerintah tidak kalah banyak menyedekahan kelimpahannya, dan Budha juga menerima dengan satu tangannya.
Banyak umat yang heran dan bahkan memprotes atas tindakan sang Budha.
Ketika giliran pemimpin tertinggi wilayah itu datang dan menyerahkan harta berlimpah, sang Budha tetap menerimanya dengan satu tangan.
Kini, tampak seorang Nenek rabun ikut menyerahkan setengah dari buah delima, karena yang setengahnya telah dimakannya.
Sang Nenek itu berkata, “Tuan, inilah sedekahku yang tersisa, karena setengahnya telah kumakan.”
Apa yang terjadi? Ternyata, sang Budha menerimanya dengan kedua belah tangannya.
Maka banyak umat bertanya-tanya dan bahkan protes atas sikap aneh sang Budha.
Apa jawaban sang Budha?
“Ya, benar, kalian telah memberi banyak dari hartamu, tapi tidak satu pun yang bernilai setengah dari hartamu.”
“Sedangkan, setengah dari buah delima pemberian Nenek ini adalah setengah dari hartanya.”
“Ya, tapi pemberian kami tidak sekadar banyak, tetapi juga sangat bernilai,” keluh umat.
“Ya, benar, pemberianmu itu sangat banyak dan bernilai, tapi atas dasar untuk โmenyombongkan diriโ di hadapan sesama. Sedangkan Nenek ini, tidak sekadar menyerahkan setengah dari hartanya, tapi terlebih, karena dia menyerahkan dengan ikhlas hati.”
Kita juga tentu teringat akan kisah lain yang mirip, tentang seorang janda miskin yang menyerahkan seluruh hartanya ke dalam kotak persembahan, dan Tuhan Yesus sangat memuji janda miskin itu, karena keikhlasannya.
Hendaklah, seluruh tindakan kita didasari oleh sebuah ketulusan sejati!
…
Kediri,ย 31ย Meiย 2024

