| Red-Joss.com | Sudah berjam-jam saya duduk di pagi yang dingin ini, ingin menulis tentang tagline ‘Semakin Mengasihi’, tapi tak ada satu pun ide yang rela hadir. Mungkin mereka juga sedang ‘wegah atau aras-arasen’ alias mager.
Kemarin sore, saya menerima WhataApp dari seseorang yang tidak saya kenal, tapi dia nampaknya kenal. “Pak Steven, selamat sore. Salam kenal. Nama saya Juwita (bukan nama sesungguhnya). Saya dosen fakultas X yang baru saja diangkat jadi koordinator MatKul CCT. (Critical and Creative Thinking). Bolehkah saya minta materi kuliahnya? (Saya adalah salah satu kreator mata kuliah ini dan sudah mengajarkannya sejak september 2011).
“Duh, koq enak banget, ya,” batin saya. Saya butuh waktu lama, pikiran dan juga biaya untuk menciptakannya sampai saat ini. Juga sudah lulus uji kualitas. Sudah dapat sertifikasi hak cipta dari HAKI. “Masa sih mau diberikan begitu saja,” gerundelku.
Tapi kalau saya pikir-pikir, dia memang untung dan sebenarnya saya juga tidak rugi. Malah bisa membuat orang lain senang, ilmu juga bisa berkembang. Ibarat pohon akan tumbuh batang yang baru. Mungkin ini jawabannya, “Semakin mengasihi,” artinya makin rela berbagi untuk sesuatu yang lebih besar.
WhatsAppnya belum saya jawab sampai pagi ini. Ketika saya baru saja membalas: “Oke, nanti saya kirim.”
Tiba-tiba ‘cengkling‘, ada jawaban dari sana: “Selamat pagi, Bapak. Alhamdullilah. Saya nunggu jawaban ini. Lega sekali. Terimakasih bapakku”.
Tak ada komen lagi dari saya. Tuhan telah mengirim wasiat lewat WhatsApp untuk saya jalankan. “Inilah aku, pakailah.”
Salam sehat dan tetap mau berbagi cahaya.
…
Jlitheng

