Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Panta Rhei Kai Uden Menei”
“Segala sesuatu
mengalir, tak ada yang
tinggal tetap”
(Filsuf Herakleitos)
Ya, demikianlah maklumat tentang suatu kebenaran abadi di dalam hukum kehidupan!
Seorang narapidana merasa ketakutan dan tertekan. Tembok-tembok batu di selnya seperti menyerap habis semua kehangatan; jeruji-jeruji besi bagai mencemooh segala belas kasih; suara gelegar baja yang beradu, ketika gerbang ditutup, mengunci harapan jauh-jauh. Hatinya terpuruk sedalam hukumannya yang sedemikian lama. Di tembok, di atas kepala tempat tidur lipatnya, dia melihat sebuah kalimat yang tergores di sana : INI PUN AKAN BERLALU.
Ketika dia kembali menjalani kehidupan normalnya, dia sering merenungi pesan itu, menulisnya di secarik kertas untuk ditaruh di samping tempat tidurnya, mobil, dan di tempat kerja. Bahkan di saat dia mengalami hal-hal yang buruk, dia tidak i depresi. Dengan mudah dia akan mengingat, “ini pun akan berlalu!”
Ajahn Brahm
(Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya)
Kedua paragraf di awal tulisan ini, mendeskripsikan kisah pengalaman seorang narapidana yang sedang mengalami depresi, karena dia sedang dipenjarakan. Namun, setelah dia melihat segores tulisan ‘ini pun akan berlalu,’ maka, kembali terlecutlah gairah hidupnya.
Panta Rhei Kai Uden Menei
Untaian adagium Latin ‘panta rhei kai uden menei’ sejatinya mau memperlihatkan, bahwa betapa dalam serta rendah hatinya pribadi Herakleitos sebagai seorang filsuf dari zaman kuno.
Kebenaran Universal
Sejatinya sudah diterima dan disepakati oleh dunia, bahwa ‘segala sesuatu, apa pun sebagai realitas di atas bumi ini, toh tak ada yang akan tinggal menetap; bahwa semuanya akan mengalir dan berubah alias semuanya akan berlalu.
Dari konteks iman serta keyakinan religi, kita yakini, bahwa seluruh realitas ini, toh tak ada yang abadi.
Tuliskan juga di Loh Hatimu
Setelah kembali menghiruf udara bebas di luar tembok penjara, ternyata mantan narapidana itu telah membiasakan dirinya dengan menempelkan adagium ini di semua tempat strategis. Semisal, di sudut ranjang, mobil, ruang tamu, juga di tempat kerjanya. Karena baginya, itulah sebuah statemen kebenaran yang sudah dialami dan dihayatinya sendiri. Kini, ternyata dia sungguh yakin akan kebenaran abadi dari statemen tertulis itu.
Namun tentu akan jauh lebih dasyat efeknya, jika untaian tulisan itu, juga ditulis dan bahkan dipahat di dalam loh sanubarimu, di dalam loh hatimu!
Yakinilah Sekokoh Karang Padas
Semoga, jika di suatu saat nanti, Anda sempat berada di dalam getirnya penjara rutinitas kehidupanmu, maka cermatilah untaian tulisan itu di dalam sanubarimu. Yakinilah, Anda pun akan sekokoh karang padas, karena sadar, bahwa segala sesuatu, apa pun yang terjadi, akhirnya akan berlalu juga.
“Sungguh Tuhan, bukankah
janji-janji keselamatan dari-Mu adalah sebuah keabadian?”
…
Kediri, 21 Februari 2025

