| Red-Joss.com | Karena berkat yang dikirim oleh Tuhan, kita bisa berjumpa tanpa direncanakan. Kita berbagi, tanpa ada yang merasa kehilangan. Kita saling meneguhkan, tanpa ada yang merasa lebih pandai, baik, benar, dan lebih suci.
Kita bersahabat tidak ditentukan oleh waktu. Karena ada yang baru mengenal seminggu lalu, tapi sudah dekat. Mengenal sebulan lalu, tapi merasa dekat dan akrab. Mengenal setahun lalu, tapi menemukan pribadi yang hangat dan akrab. Bahkan ada yang bersahabat bertahun-tahun, sehingga hubungan makin baik dan melebihi anggota keluarga sendiri.
Jika ada terjadi kesalahpahaman di antara kita itu harus cepat dikomunikasikan. Ada salah pengertian, jangan malu untuk minta penjelasan. Ada kecurigaan, jangan menunggu hingga hilang kepercayaan. Ada konflik, jangan melarikan diri tanpa ada pendamaian. Jika ada perasaan tidak suka, jangan disimpan di hati, sehingga menjadi racun yang mematikan dalam kehidupan. Kita harus bijak untuk menyelesaikan persoalan demi persoalan.
Persahabatan yang baik itu ditentukan oleh kata-kata, sikap, perilaku dan keyakinan kita. Jika kita bersahabat baik dengan dia, maka sikap dan berperilaku kita harus baik. Kita yakin, bahwa kita bisa berjalan, menghadapi, dan bisa melewati persoalan atau tantangan itu bersama-sama.
Kita sungguh bersyukur dan berterima kasih pada sahabat yang membuat hidup ini menjadi indah, penuh warna, dan makna. Semoga kita tetap menjadi sahabat sehati yang baik.
Jangan lupa juga untuk selalu bersahabat dengan Tuhan Yesus yang super baik.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

