| Red-Joss.com | Sebagai orang Kristiani, kita itu sangat disayang, dikasihi, dan sangat dimanja. Mau buktinya?
- Dari sisi keselamatan, jalan iman yang harus kita lewati jelas. Tuhan Yesus mengatakan, “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup.” Kita tidak perlu bingung lagi mau melewati jalan yang mana. Tentunya kita harus percaya kepada-Nya.
- Dari sisi tempat dari tujuan hidup kita kelak, telah disediakan untuk kita. Tuhan Yesus mengatakan, “Tidak usah khawatir, percayalah kepada-Ku dan kepada Bapa. Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal.” Jangan ada yang ragu lagi, bahwa semua itu telah disediakan oleh Tuhan. Tentunya kita harus percaya kepada-Nya.
- Dari sisi permohonan, saat kita membutuhkan. Tuhan Yesus mengatakan, “Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat, dan ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.” Jangan minta ke mana-mana lagi. Apalagi ke dukun, supranatural. Kita mempunyai Tuhan Yesus yang mau mendengarkan, mengabulkan setiap doa kita, dan murah hati. Tentunya kita harus percaya pada-Nya!
- Dari sisi semangatnya, saat kita berelasi dengan yang lain. Tuhan Yesus mengatakan, “Inilah perintah baru untukmu, hendaknya kalian saling mengasihi satu sama lain.” Perintah Tuhan Yesus itu harus ditaati, tapi masih ada orang yang tidak mau saling mengasihi. Masih ada orang yang saling bermusuhan. Zaman now, ketika ada murid Tuhan Yesus yang bermusuhan itu berarti kekanak-kanakan. Mereka belum meresapi perintah Tuhan Yesus untuk saling mengasihi. Padahal kita harus saling percaya untuk saling mengasihi.
- Pernah kita dengarkan, Dia menegaskan, bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita sebagai seorang anak yatim piatu. Apa janjinya? Dia menjanjikan Roh Kudus, Sang Penasihat Sejati, Sang Penghibur dan Sang Penguat kita. Tentunya kita harus percaya akan penyertaan-Nya.
Bukti-bukti ini menunjukkan dan menguatkan, bahwa sebagai orang Kristiani, murid Tuhan Yesus, kita ini disayang, dikasihi, dan hidup kita itu sungguh dimanjakan.
Mari kita bersaksi, supaya semakin banyak orang itu yang merasakan kasih sayang dan dimanja oleh Tuhan Yesus. Tidak terus-terusan curiga atau memusuhi kita. Karena mereka belum mengetahui tentang iman yang kita hidupi ini.
Sayangnya banyak orang yang gengsi untuk mengikuti Tuhan Yesus. Ada yang malu, karena budayanya tidak mendukung (keluarga menghalangi atau takut kehilangan jabatannya, dst). Ada juga yang sembunyi-sembunyi dalam hati, meski sebenarnya dia cinta Tuhan Yesus. Mereka mengintip seperti Nikodemus atau seperti Yusuf dari Arimatea.
Kita berdoa untuk mereka, supaya hatinya dibukakan. Tentunya syarat utamanya adalah ‘percaya’. Amin. Alleluia.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

