Oleh: Simply da Flores
…
Untuk pertama kali
bergema pujian syukur berseri
Alunan seruling merdu
tabuhan gendang berdentum
Iringi tarian jiwa sanubari
Lantunan bait syair adat
di antara hamparan padi menguning
dan aliran sungai mengalir
“Segalanya akan indah pada waktu-Nya
Penyelengaraan Ilahi bagi kerinduan insani
dalam ziarah iman bahari”

Seorang putra sahaja
dipanggil dan dipilih Pencipta
menjadi abdi rencana Ilahi
mempersembahkan seluruh hidupnya
meninggalkan keluarga sanak saudara
untuk melayani sesama saudara
sebagai imam pewarta Sabda
Akan diutus ke mana saja
bukan seturut kehendaknya sendiri
Melainkan oleh pembesar lembaganya
dalam nama dan kehendak Allah
menjadi abdi dan pelayan
serahkan seluruh hidup hingga akhir hayat
Demi kemuliaan Allah
dan kebaikan sesama saudara
Untuk pertama kalinya
dari tengah keluarga sederhana
Bapa dari Wolondopo rahim bumi Lio
Ibu dari Malaka Tanah Timor
mengikhlaskan dan mendoakan
pilihan hidup putra kesayangannya
Mengikuti panggilan Allah
menjadi imam melayani umat
serahkan jiwa raga sebagai abdi
karena iman tulus sahaja
di tengah gelombang zaman digital
Untuk pertama kalinya
ungkapan syukur sukacita umat
ekspresi pujian komunitas adat budaya
Atas sebuah berkat rohani
seorang putra kesayangan ditahbiskan
diserahkan bagi pelayanan iman
demi pujian bagi kemuliaan Allah
“Segalanya akan indah pada waktu-Nya”
penyelenggaraan misteri Sang Pencipta
bagi keselamatan semua manusia
Semua bunga ikut bernyanyi
burung-burung bersukacita menari
Sawah ladang bersorak-sorai
Sungai mengalir segar berseri
Mentari bersinar warna warni
mengiringi paduan suara awan
dan simphoni angin berhembus
“Segalanya terjadi indah pada waktu-Nya
Agunglah karya kasih-Nya
Ajaib semua wujud cinta-Nya”
…
Foto Ilustrasi: Istimewa


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.