Sebagai satu ungkapan terima kasih, dan pamit kepada Romo Mudji, berikut saya goreskan ayat kagum dan syair bangga pada ‘Sketsa Nafas’ beliau
Sketsa Ziarah Nafas
RIP Rm. FX Mudji, SJ
Pada mulanya tanya menjelma nafas
Langkah bersemi semaikan benih
di hamparan sawah ladang
Tumbuh abadi bersama ombak gelombang
Menyulam rindu di lembaran pasir
dicatat angin dengan pena cahaya
terbang ke delapan penjuru buana
laksana seorang musyafir berkelana
Mengemban meterai amanah jiwa raga
Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno
Senandung Mazmur makna cinta sahaja
mengiringi hadirmu di tengah semesta
Padang luas realitas menulis bola matamu
dengan kata dan angka berkilau
Engkau lintasi hutan belantara kemungkinan
Agar meraih bukit pengetahuan dan puncak gunung kebijaksanaan
Bintang-bintang hening kau petik
sematkan pada nurani bergelora
Purnama kau ajak berkelana
merangkul sesama dalam karya
Engkau menyibak makna dan fakta
di balik pesona kelam gulita dunia
ditemani sosok musyafir Fransiskus Xaverius
saudara sulung laskar Ignasian
Sang aktor seniman sahaja…
Engkau model Imam dan cendekiawan nyentrik
Literasi jadi sahabat ziarahmu
Cahaya surya menggerakkan jemarimu
menoreh jejak-jejak cinta
untuk terangi mata sanubari insan
agar bisa melihat warna-warni Ilahi
Ayat-ayat puisi jadi mata air di telapak dambamu
kata jiwa dirangkai dalam syair tanya bahari
biasa melumat samudra meraih pelabuhan arti sejati
harkat martabat setiap insani
Meskipun sering digilas getir sunyi
karena roda dunia tak peduli
lantaran dibuai selera dan gengsi
Romo Mudji…
Selamat jalan menjumpai Sang Pemilik sketsa nafasmu
Engkau telah purna berziarah
mengajak sesama saudara
berkelana
melukis sketsa jati diri kemanusiaan
dalam garis hitam putih pribadi
Belajar tersenyum dalam sunyi sepi
dan basahi gemerlap keramaian dengan air mata
Agar “sangkan paraning dumadi” tak dimanipulasi
sehingga bisa “manunggaling kawulo Gusti”
Engkau telah patrikan pelangi dalam perjumpaan
dan melukis cinta dalam sketsa nafas
…
Simply da Flores

