Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Rentangkanlah tali
busurmu dan lepaskan
mata anak panahmu
tepat pada sasaranmu.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Demi Mencapai Sasaran Hidup
Hidup yang bermakna adalah sebentuk hidup yang memiliki sasaran utama dan yang akan terus diperjuangkan, agar Anda segera dapat meraihnya. Itulah yang dinamakan sebagai kesuksesan.
Jika dalam hidup ini, Anda tidak memiliki sasaran, maka berarti, bahwa Anda justru tengah bermain-main dengan kehidupanmu itu. Anda sedang tidak serius dalam membidiknya. Itulah sebentuk kehidupan yang ‘dipermainkan’ alias kehidupan yang disia-siakan.
Geliat dan Kiat-kiat sang Pemanah
Sang pemanah sejati adalah dia yang memiliki perencanaan (planning) matang dan fokus berupa sasaran jelas sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya. Untuk itu, maka dia tentu akan memiliki geliat dan kiat-kiat jitu.
Ada pun kiat-kiat jitunya itu dapat berupa:
(a) sikap konsisten dan konsekuen,
(b) pengamatan dan pengawasan yang bersifat melekat,
(c) serta sikap kesetiaan sejati.
Siapakah sang Pemanah itu?
Anda dan saya, kita adalah para pemanah sejati itu. Jika di dalam arena kehidupan ini, kita justru memiliki:
(a) program perencanaan yang matang,
(b) pengawasan yang bersifat melekat,
(c) serta ketekunan dan kesetiaan yang tulus di dalam mewujudkan seluruh cita-cita hidup kita.
Sebaliknya, jika kita justru tidak bersikap konsisten dan konsekuen, maka akan sia-sialah seluruh program dan cita-cita hidup kita. Hal ini dapat bermakna, bahwa kita telah mengkhianati hidup kita.
Jika hal yang terjadi memang demikian, maka sungguh percuma dan sia-sialah seluruh gagasan serta program hidup kita. Seluruh cita-cita mulia dari hidup kita sirna seketika.
Maka, dalam konteks ini, cita-cita mulia dari pemanah sejati itu hanya ibarat sebuah fatamorgana serta halusinasi belaka.
Wolotopo/Ende, 14 Juni 2025

