“Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku” (Luk 18: 3).
Perumpamaan tentang janda yang terus-menerus meminta keadilan dari seorang hakim itu gambaran dari seseorang yang memiliki iman kuat; iman yang jadi kunci untuk mendapatkan jawaban dari doa. Juga mampu menumbuhkan keyakinan, bahwa Allah akan menjawab doa kita pada waktunya.
Iman tidak tumbuh subur dengan sendirinya, walaupun iman adalah karunia dari Allah, tapi memerlukan usaha dari kita untuk tetap menjalin relasi yang mendalam dengan Allah, sehingga kita dimampukan untuk tetap setia memilih Yesus sebagai pembela kita, walaupun aneka badai menerjang kehidupan kita.
Relasi ini harus senantiasa terjalin melalui doa-doa kita, penghayatan Sakramen-sakramen dan pembacaan sabda Tuhan. Jika kita sungguh melakukan semua ini dengan penghayatan, pasti semua doa kita akan dikabulkan, karena yang kita minta selaras dengan kehendak Allah bagi kita. Mari kita selalu datang kepada Yesus, berseru dan berharap kepada-Nya serta menjadikan Dia yang terutama.
Sr. Mary Tracy, P. Karm
Sabtu, 15 November 2025
Keb 18: 14-16.19: 6-9 Mzm 105: 2-3.36-37.42-43 Luk 18: 1-8
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

