Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
“… Be like a wise man who built his house on rock” (Mt 7:24).
[Red-Joss.com] Batu/batu karang menjadi simbol dari kekuatan; kekokohan. Simbol dari keteguhan dan kemantaban. Simbol dari ‘Solidity and Stability’.
Iman itu harus kuat, tidak mudah goyah. Iman itu harus kokoh, tidak mudah goncang. Iman itu harus teguh, tidak mudah ragu. Iman itu harus mantab, tidak selalu bingung. Iman itu harus padat dan stabil, tidak mudah berubah.
Paling mudah itu tidak beriman, kata orang, karena kita tidak memikirkan apa-apa, tapi apa iya, karena belum terbukti juga. Faktanya, banyak orang yang gelisah, ketika sakit. Banyak orang yang takut, ketika mendekati kematiannya. Mengapa? Karena hatinya kosong.
Iman yang kokoh itu harus diperjuangkan, dipelihara, dihidupi, dan dipertanggung-jawabkan. Itulah sebabnya Yesus berbicara tentang iman yang kokoh itu dibangun di atas batu. Artinya, “We remain strong and unshaken because we have built our lives on a firm foundation.”
Iman itu adalah pondasi untuk hidup baik, hidup yang benar, dan hidup yang suci. Jika iman itu tidak bisa menghantar dan menuntun kita pada ketiga hal itu, berarti ada sesuatu yang tidak berfungsi dengan baik. Mungkin ini yang terjadi: “Bukan setiap orang yang berkata kepadaku, “Tuhan, Tuhan”, akan masuk Kerajaan surga, tetapi hanya orang yang melakukan kehendak Bapaku di surga” (Mat 7:21).
Benar! Iman itu tidak hanya di bibir, diucapkan, tapi harus dibatinkan dan dihidupi. Kita harus menghidupi iman ini untuk menjadi pribadi yang beriman kuat, kokoh, dan tidak mudah berubah-ubah. Berjuang untuk taat dan setia, hingga tarikan nafas terakhir.
Rm. Petrus Santoso SCJ

