“Allah memanggil kita masuk ke dalam Kerajaan-Nya, bukan untuk mengunci orang lain di luar, melainkan menuntun mereka masuk dengan kasih.”
Allah Bapa yang penuh kasih setia dan kerahiman, melalui Putra-Nya, Yesus, telah membuka gerbang Surga bagi semua orang yang percaya. Tapi sering kali hati kami tertutup oleh kesombongan, ketakutan, atau kepentingan diri, bahkan kadang jadi batu sandungan bagi sesama yang mau datang kepada-Nya.
Sesungguhnya lewat baptisan, kami sudah jadi warga Kerajaan kasih, damai, dan sukacita. Tapi kami kerap ragu akan kelayakan diri, terikat pada dosa lama, atau terlalu sibuk dengan urusan duniawi. Untuk itulah, kami mohon kepada Allah agar dibebaskan dari hal-hal yang mengunci hati, sehingga Roh-Nya mengalirkan kuasa dan rahmat dalam hidup kami.
Ketika Tuhan Yesus berseru, ‘celakalah kamu’ itu bukanlah kutukan, melainkan jeritan kasih-Nya, panggilan dan peringatan agar kami kembali, bahwa kemunafikan dan iman yang hampa itu tidak membawa hidup.
Di balik setiap teguran itu mengalir kerahiman-Nya yang ingin menyembuhkan dan memperbarui kami. Semoga iman kami bukan sekadar perhitungan untung rugi dengan Tuhan, melainkan hubungan kasih yang tulus dengan-Nya.
“Ya, Roh Kudus, ubahlah kami jadi umat yang berani mewartakan Kerajaan Allah dengan iman, pengharapan, dan kasih, seperti Jemaat Tesalonika yang hidupnya jadi kabar sukacita bagi banyak orang. Biarlah hidup kami jadi madah pujian, yang meninggikan kemuliaan Allah dan menarik banyak jiwa masuk dalam pelukan keselamatan-Mu.”
“Bapa, jadikanlah kami ciptaan baru yang berani percaya pada penyelenggaraan kasih-Mu, murah hati dalam mengasihi, dan siap menuntun orang lain masuk dalam Kerajaan-Mu.”
“Yesus, Engkaulah andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

