“Percayalah pada sabda-Nya sebelum melihat mukjizat.”
Dalam Injil, seorang Ayah datang kepada Yesus dengan hati yang hancur. Anaknya sedang sekarat, dan ia memohon agar Yesus segera datang sebelum semuanya terlambat.
Yesus tidak langsung pergi bersamanya. Sebaliknya, Yesus mengundang dia kepada sesuatu yang lebih dalam: bukan hanya berharap akan mukjizat, tapi percaya pada sabda-Nya.
“Pergilah, anakmu hidup.”
Saat itu juga, Ayah itu memilih untuk percaya. Ia pulang dengan hanya satu pegangan: sabda Yesus.
Ya, Allah, sering kali kami datang kepada-Mu dengan hati yang penuh kecemasan: tentang keluarga, kesehatan, pekerjaan, dan masa depan kami. Kami memohon agar Engkau segera memperbaiki semuanya.
Melalui Yesus Engkau mengajarkan, bahwa iman dimulai, bahkan sebelum kami melihat jawabannya.
Melalui Nabi Yesaya, Engkau menjanjikan langit dan bumi yang baru. Bahkan ketika hidup ini terasa rapuh dan berat, kerahiman-Mu sedang bekerja membawa kehidupan baru.
Ajarlah kami percaya pada sabda Yesus seperti Ayah itu. Berani melangkah dalam iman, meskipun kami belum melihat mukjizatnya.
Sebab Yesus tidak pernah menabur kata-kata kematian. Ia selalu berbicara tentang hidup. Ketika kami percaya kepada-Nya, hidup baru itu mulai bertumbuh.
Yesus, aku percaya pada sabda-Mu. Amin.
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

