“Ketika segalanya terasa sunyi, Allah tidak sedang diam. Tapi Ia bekerja diam-diam, mempersiapkan jalan dengan kuasa kasih-Nya yang lembut seperti fajar yang menembus gelapnya malam.”
Di saat malam sunyi dan dunia terlelap, sabda Tuhan yang Maha Kuasa turun dari Surga, membawa terang, kebebasan, dan keselamatan (Keb 18: 14-16).
Kuasa-Nya tidak selalu terdengar gemuruh; sering kali Ia bekerja dalam keheningan, menyentuh hati di balik hal-hal yang tampak biasa. Begitulah pula doa: tenang, tekun, dan dipenuhi rahmat-Nya.
Melalui perumpamaan tentang janda yang tekun, Yesus mengajar kami, bahwa iman sejati dibuktikan dan dimurnikan melalui ketekunan.
Ketika kami terus berdoa, meski langit seolah diam, sesungguhnya Allah sedang membentuk kami: meluaskan hati, memperdalam iman, dan memurnikan kasih kami.
Jika hakim yang tidak adil saja bisa luluh oleh ketekunan, apalagi Allah, Bapa penuh kasih, yang mendengar seruan anak-anak-Nya siang dan malam! Ia bukan Allah yang jauh, melainkan yang selalu ingat dan setia, seperti Ia mengingat perjanjian-Nya dan membawa Israel ke luar dari perbudakan dengan sukacita dan kekuatan (Mazm 105: 42-43).
Tuhan, terkadang doa kami seakan tidak dijawab, karena Engkau sedang memperbesar kapasitas hati kami: mengajar kami untuk menginginkan bukan hanya berkat-Mu, tetapi ‘Engkau sendiri’, Sang Pemberi setiap berkat. Doa bukanlah upaya mengubah kehendak-Mu, melainkan cara Engkau mengubah hati kami agar siap menerima kasih-Mu yang lebih penuh.
Ya, Bapa, karuniakanlah kami semangat janda yang tekun: iman yang tidak menyerah, kasih yang tidak letih, dan harapan yang bertahan meski tertunda. Saat kami mulai lelah, ingatkanlah kami, bahwa Engkaulah yang lebih dulu tekun terhadap kami. Engkau terus mengetuk pintu hati kami, mengajak kami untuk percaya dan membuka diri pada kasih-Mu yang tanpa henti.
Semoga kami menyadari, bahwa dalam setiap keheningan Engkau hadir; dalam setiap penundaan Engkau bekerja; dan dalam setiap doa Engkau menumbuhkan iman.
Ajarlah kami berdoa bukan demi hasil, tetapi demi kesatuan dengan kehendak-Mu, sampai hati kami beristirahat sepenuhnya dalam kasih-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

