“Ketika Yesus memasuki suatu desa, datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia” (Luk 17: 12).
…
Iman merupakan jawaban seorang kepada Allah yang mewahyukan diri. Iman juga membuat seorang berani untuk memberikan dirinya kepada Allah. Dia membiarkan dirinya dipenuhi oleh sinar kerahiman Allah.
Kesepuluh orang kusta yang datang menemui Yesus, yang sedang dalam perjalanan menuju ke Yerusalem, memiliki iman, bahwa Yesus sanggup menyembuhkan mereka. Karena iman inilah mereka berani mendatangi Yesus dan memohon kesembuhan dari-Nya.
Tindakan yang dilakukan oleh orang-orang kusta ini merupakan suatu bentuk tindakan iman, yakni mereka berani untuk menyerahkan diri mereka kepada Allah, sehingga mereka memeroleh kesembuhan. Iman seperti inilah yang patut kita teladani. Iman bukan hanya sebuah konsep yang ada dalam pikiran, tapi iman haruslah sampai pada tahap berani melangkah untuk datang dan menyerahkan diri kepada Allah. Dengan iman, kita dapat membuka pintu kerahiman Allah, sehingga kita dapat merasakan sinar kerahiman Allah seperti yang dialami oleh kesepuluh penderita sakit kusta ini.
…
Fr. Ernestus de Deo. CSE
Rabu 13 Nov 2024
Tit 3:1-7 Mzm 23:1-6 Luk 17:11-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

