“Jual diri itu mengingkari hati nurani. Tapi berjualan komuditas secara cerdas itu untuk menangguk cuan.” -Mas Redjo
Untuk selalu bersyukur dan cepat beradaptasi itu yang saya lakukan guna menyiasati persaingan dunia usaha yang makin komplek, berat, dan kompetitif ini.
Saya sadar sesadarnya, kemajuan teknologi yang dahsyat itu harus diikuti, dicermati, dan diantisipasi agar saya tidak gaptek dan dilindas zaman.
Usia boleh menua, tapi kita tetap dituntut cerdas, kreatif, dan inovatif.
Untuk mencapai maksud itu, saya menganologikan mengikuti aliran air. Saya tidak menghanyutkan diri atau berenang, tapi mendayung perahu dengan hati-hati agar tidak membentur bebatuan dan kandas. Saya dituntut peka dengan sikon di perairan agar tiba di tepi tujuan itu dengan selamat.
Begitu halnya dengan persaingan dunia usaha yang makin komplek dan kompetitif seperti sekarang ini.
Saya berdagang itu tidak mengikuti arus, ikut-ikutan, dan untuk mengisi kesibukan. Tapi diseriusi dan tekuni. Saya melihat prospeknya yang cerah untuk dijadikan gantungan hidup masa depan.
Jika semula saya jadi ‘hunter’, alias pemburu pelanggan. Kini saya tidak mau melakukan hal itu lagi. Saya sadar dengan kemajuan teknologi pemasaran, baik lewat komunitas, grup WA, IG, dan sosmed!
Usia yang menua dan belajar dari pengalaman itu yang menempa saya untuk berpikir cerdas guna mencapai hasil yang maksimal.
Sebagai pedagang kue kering, saya menjaring para pelanggan, di antaranya lewat IG, grup WA, komunitas, sosmed, dan TikTok. Alasannya sederhana dan hasilnya luar biasa.
Misalnya, harga eceran kue kering di toko Rp 10.000,- perbungkus. Di online saya menjual hingga 1,5 kali, dan dikurangi pajak. Untungnya juga lebih besar.
Resep usaha saya agar lancar jaya dalam pemasaran adalah, melayani dengan hati untuk memberikan produk berkualitas. Pelanggan yang umumnya ‘mager’ itu senang sekali, pesanannya itu diantar sampai di tempat. Karena langsung segera dinikmati: rasanya nendang dan dijamin jadi ketagihan!
“Ayo, jangan lelah untuk mengiklankan dan memasarkan produkmu lewat sosmed. Kau pasti bisa, dan sukses!”
Mas Redjo

