“Tuhan, jika tugas perutusan-Mu usai, mohon belas kasih-Mu. Jika belum, saya mohon kesembuhan.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Menikmati sakit dengan bersyukur itu yang saya jalani di senja usia ini. Saya tidak mengeluh, apalagi untuk menyalahkan keadaan. Saya amat bersyukur. Meski sakit, semua biaya RS ditanggung asuransi. Sehingga tidak membebani keluarga.
Dengan sakit dan berdiam diri di rumah, saya melihat hikmat dan kemurahan hati Tuhan.
Ternyata saya diminta beristirahat di rumah agar makin dekat dengan keluarga. Sekaligus saat yang tepat untuk berefleksi diri.
“Sesungguhnya, apa yang saya cari dari keaktifan di luaran itu dan apa yang saya peroleh?”
Dengan bertanya pada diri sendiri, saya mencoba melihat jernih visi misi tugas perutusan saya sekadar mengejar ambisi, popularitas, atau dari kemurnian hati. Karena saya meneladani pengorbanan Tuhan Yesus yang disalib demi umat-Nya.
Saya bersyukur, meski aktif dalam kegiatan sosial, tapi komunikasi dengan keluarga terjaga baik. Saya selalu menyediakan waktu dan kebutuhan keluarga. Bahkan makin dekat di saat saya sakit seperti sekarang ini.
Dengan sakit yang hampir sebulan ini, hati saya juga disentuh Tuhan agar makin dekat dengan-Nya untuk berdoa, membaca KS, atau renungan rohani. Lalu saya mensyeringkan pengalaman hidup itu pada sesama lewat medsos.
Dengan sadar diri untuk menerima kenyataan sakit dan mensyukurinya sebagai karunia Tuhan, berangsur-angsur tubuh saya jadi makin nyaman dan sehat.
Ternyata dengan berbagi hal baik dan positif lewat medsos serta lewat perbuatan riil itu saya peroleh keseimbangan jiwa raga.
Ikhlas itu bahagia!
…
Mas Redjo

