| Red-Joss.com | Dua sosok Ibu, bersama tim masing-masing, SKK dan SKKS, sedang menuntaskan satu event mulia seorang Ibu, yakni ‘menyusui’ yang dalam bahasa lain disebut ‘nurturing‘. Jika dilihat dengan mata rakyat awam namanya ‘merawat’. Yang dirawat adalah keluarga-keluarga agar tidak tersandung alam kosmetis (tampak luar). Tapi bertumbuh makin otentik, yang dalam bahasa lagu dapat ditulis: “Kumau cinta Yesus, selamanya.” The quality of your life ditermined by the quality of mom. The way they nurture you.
Keikhlasan untuk terus berbakti menyatakan keyakinan mereka, bahwa seperti anak, satu keluarga hanya bisa tumbuh kuat, sehat dan berbuah jika berkualitas susu (sumber sukacita) rohaninya. Oleh karena itu digelarlah satu seminar dengan judul: “Back to basic family…”
Kokohnya relasi jeluarga dimaknai dengan hubungan yang kuat, diumpamakan dengan sebuah mata rantai yang saling bertaut, baik dalam keluarga inti yang terbentuk oleh hubungan darah atau perkawinan. Tapi ada bonding kuat yang terbangun bukan, karena darah atau perkawinan, melainkan lewat air susu Ibu (dalam arti yang sesungguhnya) yang membentuk seseorang jadi berkarisma seperti sekarang.
Seorang Romo, yang secara kebetulan jadi motivator dalam seminar hari ini bercerita: “Sejak usia satu tahun aku ditinggal mati Ibuku. Tidak tahu aku seperti apa wajahnya, sehangat apa pelukannya, dan sesegar apa air susunya. Saat aku lapar, nangis butuh susu, nenekku menggendongku keliling desa, mencari … siapa Ibu yang menyusui… dan… mau menyusuiku. Suatu hari, saat aku libur, ada Ibu yang berseru… Frater… aku juga mau mandi pakai sabun itu. Aku dulu ikut menyusui Frater saat Frater masih bayi.”
Dalam konteks genetika (keturunan), tak ada relasi apa-apa, namun kerelaan Ibu-ibu desanya memberikan susu mereka, secara ajaib menumbuhkan altruisme yang membuatnya menjadi Imam yang luar biasa.
Romo itu, hari ini, telah jadi keluarga Ibu-ibu menyusui (susu = sumber sukacita) untuk keluarga-keluarga Sanberna, otentik bukan kosmetis.
Terima kasih Romo dan Ibu-ibu.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

