Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Thomas Alfa Edison
adalah seorang anak
cacat mental yang oleh
Ibunya diubah jadi
si jenius di abad ini.”
(Catatan Buku Harian Thomas Alfa Edison)
Sebuah Nama Besar yang Pernah Dibuang
Siapakah yang tidak mengenal figur agung dengan sepenggal nama, ‘Thomas Alfa Edison?’ Sang penemu brilian yang tidak akan pernah dilupakan namanya di dalam catatan peredaran dan peradaban sejarah umat manusia.
Tahukah Anda, bahwa sang jenius ini di masa kecilnya, ternyata adalah seorang anak yang oleh sekolahnya ‘dicatat sebagai seorang murid cacat mental’ maka pantaslah, jika ia dikeluarkan dari sekolahnya.
Ukuran yang tidak selalu Tepat
“Anak Anda memiliki kekurangan mental.
Kami tidak dapat mengizinkannya untuk bersekolah di sekolah kami. Dia dikeluarkan.”
Di hari yang paling naas itu, seorang anak dengan sangat polos menyerahkan sepucuk surat kepada Ibunya sambil berkata, “Bu guru memberikan surat ini kepada saya dan meminta agar Ibu sendiri yang membaca dan mengetahui isinya.”
Sesaat kemudian, sambil dengan dada berguncang keras dan air mata berlinang deras, ia membaca surat itu dengan suara lantang di depan anaknya yang tampak sangat kebingungan.
Isi Surat yang Diubah Ibu Cerdas
Begini bunyi isi surat yang ke luar dari bibir cerdasnya … “Putra, Anda adalah seorang anak jenius. Sekolah kami terlalu kecil untuk dia dan apalagi kami tidak memiliki Guru yang baik untuk mengajar dan mendidiknya. Biarlah Ibu sendiri yang akan mendidiknya.”
Setelah berdamai dengan dirinya dan rela untuk menerima kenyataan sebuah penilaian yang paling pahit itu, maka Ibu itu bertekad keras untuk mencoba mengubah seluruh catatan negatif tentang putranya. Dia bersedia untuk mendidiknya dengan penuh kasih sayang, bahkan hingga ajalnya.
Post Nubila Lux
Orang-orang yang berbahasa Latin beradagium, “Post Nubila Lux” “Habis gelap, maka akan terbitlah terang.”
Fakta historis pun telah membuka kartu kehidupannya, karena ternyata si cacat mental itu, kini telah berubah jadi seorang penemu terpenting di abad ini.
Sungguh, ternyata sebuah ukuran yang kita tetapkan sebagai sebuah keputusan, dapat saja kelak justru akan jauh melenceng.
Maka, lewat sebuah tulisan prihatin dan edukatif ini, kepada kita secara implisit dititipkan sebuah amanat agung, “Agar berhati-hatilah untuk menjatuhkan vonis kepada sesama.”
Setelah Lama Berlalu
Suatu hari Thomas Alfa Edison sibuk membuka berkas catatan simpanan Ibunya. Di antara banyak catatan dari sekolah, ditemukannya juga catatan titipan dari Ibu gurunya. Dengan mata terbelalak dan perasaan berguncang keras ditemukan catatan itu.
“Anak Anda memiliki kekurangan mental. Kami tidak dapat mendidiknya untuk bersekolah di sekolah asuhan kami. Dia dikeluarkan!”
Setelah mencermati isi surat yang justru menyudutkan dirinya sebagai anak cacat mental, maka diambilnya sebuah pena dan digoreskan pada buku hariannya demikian, “Thomas Alfa Edison adalah seorang anak laki-laki cacat mental yang oleh Ibunya diubah jadi jenius di abad ini.”
Ibu, Wanita Tercerdas di Dunia
Sungguh, Ibu kita bukan saja sebagai seorang guru bahasa di masa kecil kita, melainkan juga sebagai seorang guru yang sanggup mengukir prestasi spektakuler kita lewat sikap percaya diri dan cintanya.
Sungguh, dialah wanita tercerdas di dunia!
Kediri, 7 April 2025

