| Red-Joss.com | Talang hujan itu berkata kepada sesama talang: “Kita ini dibuat bukan sebagai bak penampung air, tapi menyalurkannya.”
Pada masing-masing ujung atap belakang dua rumah yang berdekatan itu menempel dua talang yang gunanya untuk mengalirkan air hujan ke sisi masing-masing seperti yang kehendak pemilik mereka.
Pada awalnya, dua talang itu menjalani tugas dengan riang-gembira. Hingga suatu ketika, talang yang berada di rumah sebelah kiri merasa iri, karena air yang selama ini melewatinya hanya dinikmati pepohonan di pekarangan sekitar, hingga tampak hijau royo-royo dedaunan mereka. Talang itu menginginkan air untuk dirinya. Tapi persoalannya, ia tidak tahu bagaimana caranya.
Sebetulnya, saat ia komplain, talang rumah sebelah kanan menasihatinya, katanya: “Kita bukan bak yang dibuat untuk menampung air. Kita ini hanya talang yang selain mengalihkan tampias air hujan, juga memudahkan pepohonan itu menikmati limpahan air dari Gusti Allah, Pencipta jagad raya dan seluruh isinya.
Pesannya: indah rencana Tuhan dalam hidup kita. Walau banyak yang tidak kita mengerti.
Jadilah talang, bukan bak penampung berkat, karena itu salurkanlah!
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

