“Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” (Yoh 10: 32).
Sekalipun kita benar, di mata musuh, kita akan selalu terlihat salah. Sebaik apa pun kita, di mata orang yang membenci kita, pasti selalu ada saja yang dinilai buruk. Jika memang kenyataannya dunia seperti itu, mengapa kita perlu direpotkan untuk berbuat kebaikan? Kita diingatkan, bahwa Allah satu-satunya yang melihat hati dan batin kita. Sekalipun dunia menentang kita, ingatlah Allah yang mengenali hati kita. Allah sumber kekuatan dan penyelamat kita. Yesus pun mengalami yang sama. Sekalipun Ia tidak berdosa, dan senantiasa berbuat kebaikan, tetap saja ada yang ingin menjatuhkan-Nya.
Teladan Yesus: apa pun yang terjadi, Ia tetap membela kebenaran dan tidak berhenti mengasihi banyak orang. Melalui kehidupan-Nya, Yesus menunjukkan, bahwa kepada Allah saja Ia percaya. Allah satu-satunya kota benteng keselamatan. Sekalipun derita penyaliban hingga wafat harus dilalui, pada saatnya Yesus menerima mahkota kemenangan. Kebangkitan-Nya membuktikan, bahwa maut telah dikalahkan.
“Percayakah kita, bahwa Allah sumber kekuatan dan penyelamatan kita?”
Tetaplah berbuat baik dan benar. Jadikan hidup kudus sebagai pola kehidupan, agar pada saatnya mahkota kemenangan juga kita peroleh.
Veronika
Jumat, 11 April 2025
Yer 20: 10-13 Mzm 18: 2-7 Yoh 10: 31-42
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

