Yoh. 1: 1-18
Di hari Natal yang suci ini, kiranya kita menyadari akan beberapa fakta ini:
- Tuhan menyelamatkan manusia; Kelahiran Yesus, Putra-Nya adalah bukti, bahwa rencana keselamatan Allah untuk manusia telah terwujud. Firman-Nya: “Sebab, begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3: 16).
- Ia lahir dan tinggal tidak hanya di antara kita, tapi di dalam kota, desa, rumah, keluarga dan terlebih di hati kita masing-masing. Buktinya: “Firman itu telah jadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (ayat 14).
- Ajaklah semua orang untuk bertemu dengan Yesus di dalam doa, khususnya dalam Ekaristi Kudus, karena di sana kita bertemu secara nyata dengan-Nya seperti yang dibuat oleh para Gembala di padang Efrata: “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem” (Luk. 2: 15).
- Memberi kesaksian tentang Natal kepada sesama seperti yang diperbuat oleh para gembala. Firman-Nya: “Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah, karena segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat, semuanya sesuai dengan yang telah dikatakan kepada mereka” (Luk. 2: 20).
Akhirnya, jika Natal adalah tindakan berbagi dan solider Allah kepada kita manusia, maka hendaklah kita pun jadi berkat bagi sesama kita hari ini: Biarlah kegembiraan Natal juga dirasakan oleh orang lain karena dirimu, kehadiranmu dan kebaikanmu.
Selamat Natal untuk Semua Sahabat.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

