Apa pun pilihan usahanya, sistem hilirisasi itu dapat diibaratkan sekali dayung, maka dua atau tiga pulau terlampaui.
Sederhana, tapi hasilnya dahsyat!
Hal itu yang saya amati pada potret perusahaan yang telah mapan dan menggurita.
Terinspirasi oleh perusahaan yang mapan itu, saya menerapkan hal itu untuk memajukan usaha sendiri. Caranya, saya melakukan secara hati-hati dan bertahap sesuai dengan kemampuan dan modal yang saya miliki.
Awalnya, saya berdagang plastik eceran. Karena ingin jadi agen atau distributor, saya belanja banyak ke pabrik, supaya memperoleh harga murah. Lalu saya distribusikan ke pengecer atau industri rumahan.
Dari distributor, saya belajar untuk memproduksi sendiri. Caranya, saya membeli biji plastik, lalu numpang produksi di pabrik teman, dan dikenakan ongkos produksi. Sehingga saya mampu menjual plastik itu lebih murah atau setidaknya sama dengan harga pabrik.
Tidak berhenti di situ, saya juga berburu limbah plastik, baik untuk dijual kembali atau diolah lagi sebagai bahan campuran maupun produksi injeksi (injection) plastik sesuai bentuk yang dikehendaki.
Keinginan saya untuk mempunyai usaha hilirisasi, karena usaha yang satu dengan yang lain saling terkait dan menopang. Biaya pengeluaran juga dapat ditekan lebih kecil dan irit, tapi keuntungannya meningkat.
Ternyata dengan usaha hilirisasi itu lebih memudahkan saya dalam memantau laju pengembangan usaha dari hulu ke hilir, dan makin efektif.
Saya juga makin paham. Bahwa semua material yang digunakan usaha hilirisasi itu limbahnya minim. Karena limbah yang dihasilkan itu dapat didaur ulang kembali untuk produksi barang jadi lainnya.
Hilirisasi langkah tepat dan pasti dalam efisiensi
Mas Redjo

