Oleh : Rio, Scj.
“God has a purpose.” – Rio, Scj.
| Red-Joss.com | Marriane Williamson dalam buku “Return to Love,” mengingatkan saya soal musuh terbesar dari diri adalah ketakutan dan perasaan ketidak-mampuan.
“Ketakutan itu tidak berarti kita tidak mampu. Tapi ketakutan terbesar kita adalah karena kita sangatlah mampu melebihi ukuran apa pun.”
Kadang kita ragu dan takut. Ragu akan kemampuan diri, takut kalau gagal dan mengecewakan. Tapi ingat selalu, bahwa kita ini ciptaan Tuhan yang luar biasa. Mengambil peran kecil tidak akan berguna bagi dunia. Berhentilah mengerdilkan diri, hanya demi orang lain agar merasa nyaman dan senang.
Buat hidup kita bersinar. Karena kita dilahirkan untuk mewujudkan kemuliaan Tuhan yang ada dalam diri kita. Kemampuan ini tidak hanya ada pada beberapa orang, tapi ada di dalam setiap orang.
Ketika kita memancarkan cahaya dalam diri ini, secara tidak sadar kita membebaskan orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Ketika kita bebas dari ketakutan sendiri. Kehadiran kita seketika akan membebaskan ketakutan orang lain juga. Jadi jangan takut untuk bersinar. Jangan takut untuk menjadi besar. Jangan sembunyikan talenta kita. Jangan kerdilkan arti hidup, tapi teruslah bertumbuh, berkarya dan jadikan hidup ini berguna. Hidup kita adalah bukti nyata akan cinta kasih dan kebesaran-Nya.
Bersinar itu tidak harus membuat silau, tapi menerangi, berguna dan menjadi berkat. Jika saat ini sinar hidup kita redup, bangkitlah untuk berjuang. Jika sinar hidup itu terhalang, jangan menyalahkan atau mencari kesalahan. Bila sinar itu sudah terang, jangan lupa diri dan menjadi sombong. Tapi tetaplah rendah hati. Makin merunduk, kian berisi.
Tuhan memberkati.
Edo/Rio, Scj

